Home / ---- / Banjir Bandang Situjuah 50 Kota Sebagai Pembelajaran, Lakukan Mitigasi Bencana Sejak Dini

Banjir Bandang Situjuah 50 Kota Sebagai Pembelajaran, Lakukan Mitigasi Bencana Sejak Dini

Limapuluh Kota (LN) – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, (16 April 2019) kini mulai membaik dan kembali normal.

Bencana yang terjadi itu sebagai pembelajaran sehingga perlu untuk  mewaspadai resiko bencana yang akan datang dengan mempersiapkan diri dari sejak dini (mitigasi).

Sebagaimana diketahui, Terjadinya bencana banjir dan longsor itu karena tingginya intensitas hujan, sehingga empat nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, yakni Nagari Situjuah Banda Dalam, Situjuah Batur, Situjuah Tungka dan Situjuah Ladang Laweh menjadi terendam dan lumpuh.

Beberapa lahan pertanian sawah, perkebunan dan kolom ikan yang terkena dampak banjir tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Berdasarkan pantauan TIM JITU PASNA ke  Situjuah Gadang, Jumat (1/11) kondisi itu sudah mulai membaik serta Aktifitas masyarakat sudah kembali berjalan normal.

Berita terkait lainnya, lihat disini 

Walinagari Situjuah Gadang, Syofiarledi kepada wartawan mengatakan,  “Daerah ini merupakan daerah rawan bencana, berbatasan dengan Tanah Datar yang hanya dibatasi Gunung Sago,” ucapnya.

Situjuah Gadang merupakan salah satu kenagarian di bawah Kecamatan Situjuah Lima Nagari dengan enam jorong yang dibawahinya.

“Adapun jorong yang mengalami kondisi parah pada banjir bandang tersebut yakni Padang Kuniang, Kociak, dan Situjuah Gadang,” terangnya.

Ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak di tiga wilayah yang menjadi kawasan terparah longsor.

“Dengan rincian, 75 jiwa penduduk di Jorong Kociak, Situjuah Gadang dengan 50 jiwa dan daerah terbanyak adalah di Padang Kuning 100 jiwa.

Dalam upaya penanganan pascabencana, maka dibuatkan irigasi yang pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) setempat.

Sedangkan dana pembangunannya berasal dari dana desa, bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), paparnya.

Mengingat daerah ini rawan bencana maka masyarakat harus mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi resiko bencana yang akan terjadi.

#Fit

Check Also

Wawako Padang Sampaikan Nota Penjelasan 3 Ranperda

Padang (LN)–Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan Nota Penjelasan Wali Kota Padang tentang penyampaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *