Home / ---- / Baru 2 Tahun Berdiri Bangunan SDN 025 Kel. Sekip HiIlir Riau sudah Roboh

Baru 2 Tahun Berdiri Bangunan SDN 025 Kel. Sekip HiIlir Riau sudah Roboh

Pekanbaru  (LN)– Bangunan baru SD Negeri 025 di Kelurahan Sekip Hilir Riau yang baru selesai dikerjakan pengerjaannya pada 2 tahun silam dengan nilai bangunan sebesar Rp5,4 miliar kini sudah roboh, sehingga para siswa tidak bisa belajar untuk menimba ilmu.

Usut punya usut, ternyata bangunan yang didanai dari APBD 2014 itu, pengerjaannya tidak sesuai dengan kontrak semestinya.  Diprediksi dibangun tersebut hanya terlaksanakan sebesar 27 persen dari nilai kontrak yang ada. Terjadinya hal demikian karena kontraktor pemenang proyek yang seharusnya mengerjakan pembangunan SDN 025 malah mensubkontrakkan pekerjaan tersebut kepada pihak lain.

Hebatnya lagi, pekerjaan pembangunan sampai tiga kali disubkontrak-kan,” kata Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain Adinegara, didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Rivai Sinambela, Rabu (12/10).

Zulkarnain menyebut proyek ini menyeret lima tersangka. Mereka sudah dijebloskan ke penjara, sambil menunggu jadwal sidang karena perkara ini sudah dinyatakan lengkap atau P-21.

“Perkaranya sudah lengkap. Tersangka ada lima dan sudah ditahan. Nanti akan dilimpahkan ke penuntut umum untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru,” kata Zulkarnain.

Para tersangka dimaksud, masing-masing adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) berinisial AS, kemudian pemenang tender proyek dan penerima pengalihan pekerjaan berinisial AK dan S.

“Selanjutnya, ada dua pihak swasta lagi berinisial Am dan AA. Satunya sebagai konsultan dan satunya sebagai pihak swasta subkontraktor juga. Jadi, ada tiga kali pengalihan pekerjaan,” kata Zulkarnain.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Rivai Sinambela menambahkan, pihaknya sudah mengaudit kerugian negara dalam kasus ini. Hasilnya, ditemukan kerugian negara senilai Rp 1,3 miliar lebih yang dinikmati para tersangka.

“Audit dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau atas permintaan penyidik,” kata Rivai, didampingi Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

Rivai menegaskan bangunan baru itu tak bisa dipakai. Pasalnya, bangunan sudah roboh sebelum selesai secara keseluruhan.

“Bangunan tidak sesuai spesifikasi kontrak. Hanya memenuhi syarat beberapa persen saja,” ucap Rivai.

Dia menyebutkan, para tersangka ditahan di Mapolda Riau. Dalam waktu dekat akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk proses penuntutan di Pengadilan Tipikor.

“Dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke penuntut umum karena berkasnya sudah lengkap,” ujar Rivai

 

Sumber : liputan6

Check Also

Peduli Kemajuan Sumbar, Syamsu Rahim Maju Jadi Caleg DPR RI Partai

Padang (LN)–Calon legislatif (Caleg) DPR RI Drs.Syamsu Rahim lakukan temu ramah dengan pulahan wartawan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *