Home / ---- / Bimtek Sadar Wisata Perlu Dievaluasi, Terindikasi Rawan Penyimpangan dan Tidak Tepat Sasaran

Bimtek Sadar Wisata Perlu Dievaluasi, Terindikasi Rawan Penyimpangan dan Tidak Tepat Sasaran

Padang (LN)–Kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) Sadar Wisata yang berasal dari pokok fikiran (pokir) anggota DPRD Sumbar, terletak di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PAREKREF) rawan penyimpangan dan tidak tepat sasaran.

Dinas PAREKREF Sumbar menampung pokir dari beberapa orang anggota DPRD Sumbar, diantaranya Dt. Indra Rajo Lelo (PAN), Syawal (PPP), Firdaus (PKB), Donizar

Kegiatan Bimtek Sadar Wisata itu diselenggarakan sebanyak 16 angkatan, dengan total anggaran sebesar Rp4,5 milyar.

Disetiap angkatan Bimtek sadar wisata, melibatkan sebanyak 120 orang dari kab/kota.

Akan tetapi, peserta yang diikutsertakan pada acara bimtek tersebut, disinyalir tidak tepat sasaran dan penuh KKN.

Karena, peserta bimtek bukanlah dari pelaku pariwisata yang sesungguhnya, melainkan sanak, kerabat dan pendukung (konstituen) dari anggota DPRD Sumbar pemilik pokir.

Peserta yang ikut bimtek, sepenuhnya ditentukan oleh timses anggota DPRD pemilik pokir, bukan bersumber dari data Dinas PAREKREF Sumbar.

Kabid. Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas PAREKREF Prov. Sumbar, Mulyadi Yanis mengatakan, Peserta bimtek sepenuhnya ditentukan oleh anggota DPRD Sumbar selaku pemilik pokir.

Dinas PAREKREF Sumbar hanya sebagai pelaksana kegiatan bimtek, serta mencarikan narasumber untuk kelancaran acara, jelasnya.

Namun, Mulyadi tidak menjelaskan katagori peserta bimtek sadar wisata.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Donizar selaku pemilik pokir, ketika dikonfirmasi ke nomor hp 08126642xxx via pesan WhatsApp, Selasa (26/10)

Disebutkannya, “Peserta bimtek sadar wisata hanya untuk pemilik kartu sahabat Donizar saja, sesuai janji kampanye”, tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan di hotel fasiltas bintang tiga. Bagi masing masing peserta mendapatkan diantaranya, 1 buah tas kain kanvas senilai Rp15.000, ATK (1 bh pena+1 bh buku) senilai Rp5.000, 1 steel T-shirt 3/4 senilai Rp30.000 dan uang saku Rp300.000.

 

#tim

Check Also

Anggota DPRD Sumbar Rahmad Saleh Kesal, Pokir Jaling Kapuih Terlantar, CV. SANSDEUSA KINALI harus Di Black List

Padang (LN)—Anggota DPRD Sumbar Rahmad Saleh (RS) merasa kecewa dan kesal, karena pokok fikiran (pokir) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *