Home / ---- / BKKBN Sumbar “Impoten”, PT. Delapan Pilar Bekerja Tanpa K3 Dibiarkan

BKKBN Sumbar “Impoten”, PT. Delapan Pilar Bekerja Tanpa K3 Dibiarkan

Padang (LN)—Satu lagi ditemukan perusahaan nakal, bekerja semaunya tanpa aturan yang sudah ditetapkan demi bisa meraup keuntungan besar.

Pada Pembangunan Rehab Gedung kantor BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Hak pekerja/buruh untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak diberikan PT. DELAPAN PILAR PERKASA sebagaimana mestinya.

Ironisnya, Satuan Kerja Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Barat (BKKBN Sumbar) “impoten” alias tak mampu berbuat apa apa.

Sebagaimana terlihat, ketika media ini meninjau pelaksanaan pekerjaan Rehab Gedung Kantor Perwakilan BKKBN Sumbar,  Kamis (20/9) didapati para pekerja/buruh saat bekerja tidak ada yang mengenakan Alat Pelindung Keselamatan kerja (APK).

Proyek yang didanai APBN TA.2018 sebesar Rp3.960.000.000 terkesan hanya sebagai ladang untuk meraup keuntungan saja tanpa mempedulikan nasib pekerja/buruh.

Alasannya, apa yang diwajibkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun 1996 tentang Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja diabaikan PT. DELAPAN PILAR PERKASA.

Terkait hal itu, BKKBN Sumbar melalui PPK Rehab Gedung  Kantor Perwakikan BKKBN Sumbar, Indra saat dikonfirmasi mengungkapkan ketidakberdayaannya atas tindakan pelanggaran yang dilakukan PT. DELAPAN PILAR PERKASA.

Meskipunl, Indra selaku PPK Rehab Gedung  Kantor Perwakikan BKKBN Sumbar sudah menyampaikan kepada rekanan, baik secara lisan ataupun tertulis.

Namun semua itu tidak digubris PT. DELAPAN PILAR PERKASA.

“Saya sudah memperingati PT. DELAPAN PILAR PERKASA sejak awal mulai pekerjaan, tepat ketika dilakukannya pekerjaan persiapan”, ucapnya.

Bahkan secara tertulis pun sudah disampaikan, melalui surat namun masih saja tidak dihiraukan, keluhnya.

Apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kecelakaan kerja maka tidak lagi menjadi tanggung jawab kami melainkan kontraktor”, ucapnya tanpa dosa.

Disampaikannya, untuk bobot pekerjaan pada minggu ke -19 sudah mencapai 55 persen.

Melihat kondisi seperti itu, tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan bagi publik.

Apakah yang terjadi dengan BKKBN Sumbar sehingga menjadi “impoten” dan tidak mampu berbuat apa apa atas pelanggaran yang terjadi?

Kenapa PT. DELAPAN PILAR PERKASA begitu berani sehingga tidak menghiraukan instruksi PPK Rehab Gedung  Kantor Perwakikan BKKBN Sumbar, siapakah dibelakangnya ?

Atau, adakah konspirasi busuk pada proyek ini?

Untuk menguak fakta, maka media ini masih berupaya untuk mengumpulkan, mencari informasi dan data dengan melakukan konfirmasi kepada sumber terkait lainnya.

 

Tunggu berita selanjutnya.

 

#Tim

 

Check Also

Dicurigai, Penggunaan Besi Non SNI, Non Full dan Besi Banci Marak di Sumbar

Padang (LN)—Kekuatan struktur bangunan sanggat ditentukan oleh material yang digunakan. Struktur bangunan akan kuat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *