Home / ---- / Bobot Proyek Renovasi dan Perluasan Gedung Kantor PN Padang Minus, PT. LPI Terancam Kena SP-1

Bobot Proyek Renovasi dan Perluasan Gedung Kantor PN Padang Minus, PT. LPI Terancam Kena SP-1

Padang (LN)—PT. LAGA PRATAMA INTERINDO (LPI) terancam mendapatkan Surat Peringatan pertama (SP.1) oleh Pengadilan negeri (PN) Padang.

PN Padang saat ini masih memberikan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan selama seminggu kedepan (testcash).

Hal itu disampaikan, PPK Pekerjaan Konstruksi Lanjutan Renovasi dan Perluasan Gedung Kantor Pengadilan Negeri Padang, Jaya Wardana di kantornya di Padang, Selasa (20/10).

Apabila dalam waktu itu, PT. LPI tidak juga mampu mengejar ketertinggalannya maka akan diberikan SP-2 hingga pemutusan kontrak, ancamnya.

Dijelaskannya, PT. LPI hingga saat ini (Minggu ke-10) baru mampu merealisasikan bobot pekerjaan sekitar 11 persen, sedangkan target yang harus dicapai yakni 22 persen. Artinya, bobot pekerjaan berada dibawah target (minus) sekitar 11 persen.

Bedasarkan pantauan media ini, Selasa (20/10) PT. LPI tidak serius dalam menerapkan K3 serta protokol covid 19.

Terlihat, pada Proyek senilai Rp5.599.353.274 dari APBN TA.2020, para pekerja tidak memakai alat pelindung diri (APD) sebagaimana ditetapkan dalam dokumen RAB, diantaranya rompi, masker, bendera K3, oksigen, tandu, jaringan pengaman.

Padahal, konsultan pengawas CV. ARCE sudah menginstruksikan agar menerapkan K3 dan Protokol Covid 19, namun hal itu tidak dilaksanakan PT. LPI.

Menanggapi kondisi itu, konsultan pengawas CV. ARCE, Adi mengatakan.

“Kita sudah menginstruksikan PT. LPI agar dalam melaksanakan pekerjaan menerapkan K3 dan Protokol Covid 19” ucapnya yang dianggukan oleh dua orang rekannya, diruangan kerjanya, Selasa (20/10)

Dengan tidak diterapkannya K3 itu, maka secara tidak langsung hak pekerja telah dikebiri.

Selain itu, negara juga telah dirugikan, karena setiap item K3 tersebut masuk dalam harga penawaran dan dibayarkan.

Terindikasi, Petugas K3 yang tercantum pada struktur organisasi personil PT. LPI hanyalah sebagai pajangan semata, karena tidak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya.

Tidak hanya K3 yang dimainkan, kelengkapan peralatan kerja juga tidak maksimal.

Seperti Pekerjaan pengadukan semen (beton) yang seharusnya menggunakan mixer molen namun dikerjakan secara manual.

Hal itu tentunya menjadi faktor menyebab lambatnya pekerjaan.

Terkait hal itu, media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi dengan PT. LPI serta menggumpulkan informasi dari pihak terkait lainnya.

#tim

Check Also

Klarifikasi, BWS V Padang Pastikan JIAT Kab. Pessel Berfungsi dengan Baik

Padang LN—Balai Wilayah Sungai Sumatera Lima(BWSS V) Padang Sumatera Barat menyakini Jaringan Irigasi Air Tanah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *