Home / ---- / Bupati Agam Indra Catri Membuka Acara Silaturahmi, dan Konsolidasi Persyarikatan I zona I Organisasi Muhammadiyah se-Sumbar

Bupati Agam Indra Catri Membuka Acara Silaturahmi, dan Konsolidasi Persyarikatan I zona I Organisasi Muhammadiyah se-Sumbar

Agam (LN)–Bupati Agam, H. Indra Catri Dt Malako Nan Putiah, menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara silaturahmi, dan konsolidasi persyarikatan I zona I Organisasi Muhammadiyah se-Sumatera Barat, di Aula Bappeda Agam, Sabtu (17/3).

Pada kesempatan itu, turut hadir, Wakil Bupati Agam, H. Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, Wakil Ketua DPRD Sumbar Guspardi Gaus, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Dr. H. Sofwan Karim LH. MH, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumbar Dra. Hj. Meiliarni Rusli, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Novelty, M.Hum, dan lainnya.

Dalam sambutan, Bupati mengatakan, rasanya konsolidasi itu digelar sudah di batas kerinduan, karena sudah lama tidak dilaksanakan di Agam, sehingga melalui kegiatan itu, semangat lama kembali muncul. Mungkin ada beberapa hal yang perlu dikonsolidasikan, baik antara Agam dengan Padang Pariaman atau dengan daerah lainnya, di forum ini lah tempatnya.

“Mari saling bersinergi, agar kelihatan besarnya Muhammadiyah di tengah masyarakat, kalau dilaksanakan secara terkonsolidasi dan sinkron dengan program pemerintah satu sama lain, reaksinya akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Dikatakan bupati, Agam saat ini sedang berbenah, ada dua kegiatan yang dilaksnakaan dan kor nya adalah keluarga besar Muhammadiyah, yaitu Agam Peduli, dan Agam Madani. Ini terkait dengan visi Kabupaten agam yaitu, Berkeadilan, Inovatif, sejahtera, Agamais dan Beradat (BISA) menuju Agam mandiri, berprestasi yang madani.

“Di Agam, agamais yang beradat ini perlu dipacu, agar orang beragama dan beradat memiliki rasa kepedulian, karena Agam “harimau campo” nya koto piliang, kalau Agama dan adat di Agam runtuh, maka luhak nan tigo juga ikut runtuh, dan ini yang perlu diperjaungkan,” ujarnya.

Dengan demikian, harus diakui sebagian besar masyarakat Agam keluarga besar Muhammadiyah, dan diharapkan kontribusi lebih dari Muhammadiyah untuk mewujudkan Agam yang peduli agam, adat, lingkungan, orang tuda dan lainnya.

Di samping itu, kegiatan yang digelar Muhammadiyah tersebut, momentnya tepat dengan peluncuran Nagari Madani dengan tujuh indikator dan 45 kriterianya, yang konsepnya nanti akan disampaikan Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria Dt tumangguang Putiah.

Sementara itu, Trinda Farhan Satria menjelaskan, tujuh kriteria dimaksud yaitu, pertama melaksnakaan pendidikan informal Al-Qur’an, kedua kemingkatkan peranan masjid atau rumah ibadah, ketiga melaksnakaan perlindungan atas kampung dan masyarakat nagari, keempat menghidupkan semangat kepedulian, ukhuwah islamiyah, kekeluargaan dan goro, kelima melaksnakaan adat, seni budaya dan olahraga yang sesuai dengan filosofi ABS-SBK, keenam meningkatkan peran serta lembaga dan ormas, dan ketujuh meningkatkan kesalehan individu dan sosial.

“Mewujudkan Nagari Madani tidak mudah, membutuhkan kerja keras, dan dukungan dari semua elemen, baik pemerintah, wakil rakyat, masyarakat dan lembaga lainnya. Meskipun berat, tetapi gerakan Nagari Madani merupakan tugas yang mulia,” ujarnya.

Sedangkan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Agam Syaiful Dt Tan Naro mengatakan, Agam selaku tuan rumah yang didaulat Pimpinan Muhammadiyah Sumbar dalam pelaksanaan konsolidasi I zona I, yang terdiri dari lima daerah, yaitu Agam, Pariaman, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Pasmaan Barat.

Dijelaskannya, Muhammadiyah Agam sudah menjalankan tugas oraganisai secara rutin, tetapi ada program besar yang sudah dipersiapkan, yaitu pembangunan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah, tetapi belum berjalan karena ada beberapa kendala, namun tetap menjadi komitmen keluarga besar Muhammadiyah Agam untuk melanjutkan pembangunan itu.

“Pembangunan rumah sakit itu sudah dilakukan peletakan batu pertama yang dilakukan Dinsamsudin, kita sudah mencari celah untuk melanjutkan pembangunannya, dan mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik, seiring permohonan bantuan kepada pimpinan Muhammadiyah Sumbar, dan Bupati Agam,” ujarnya.

Di samping itu, Muhammadiyah Sumbar memiliki sebidang tanah seluas 2,3 hektar di kawasan Sport Center Bukik Bunian, Lubuk Basung, dua tahun lalu sudah diajukan untuk pembangunan SMK, proposal sudah di acc, tetapi terkendala dengan izin operasional, karena harus ada SMK yang sudah berjalan lima tahun.

“Tetapi saya dihubungi Majelis Pendidikan Pusat untuk disuruh mengajukan proposal untuk pembangunan SMA, mudah-mudahan ini bisa terwujud,” ujarnya berharap.

Lebih lanjut dikatakan Syaiful, SMP Muhammadiyah di Pincuran Tujuah, Lubuk Basung saat ini masih eksis, tetapi juga terkendala kesulitan ruang belajar, karena jaraknya hanya satu meter dari jalan. Ini nanti menjadi prioritas kita, karena tidak ingin proses belajar mengajar di sekolah itu terganggu. (Tam/AMC)

Check Also

Pjs. Wako Padang Bersama Kapolda Sumbar Komit Tingkatkan Sinergitas dan Netralitas Pilkada Serentak

Padang (LN)–Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengikuti Upacara Gabungan antara TNI, Polri dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *