Home / ---- / Bupati Pesel Meradang, instruksikan Tambang Galian C Kec. IV Jurai Ditutup

Bupati Pesel Meradang, instruksikan Tambang Galian C Kec. IV Jurai Ditutup

PAINAN (LN)—Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menegaskan, sebanyak lima perusahaan tambang galian c di Kenagarian Tambang, Kecamatan IV Jurai, agar di tutup saja. Sebab, selain merusak lingkungan, pelaku usaha juga tidak mengontongi izin sesuai prosedur dari pemerintah daerah setempat.

“Kami tidak pernah melarang siapapun berusaha disini. Namun, semua itu tentu harus sesuai dengan aturan dan prosedur. Aturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar,” ujar Bupati, disela sela kunjungannya bersama Forkopimda Pessel, ke lokasi galian C di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Senin (2/7).

Bupati mengatakan, lima perusahaan yang bergerak di bidang tambang itu adalah, PT Taruko Putra Nusantara, PT. Tigo Padusi Nusantara, CV. Putra Salido, PT. Mineral Sutera Pesisir Selatan, dan CV. Merapi Anugerah Mandiri.

“Mereka ini tidak memiliki izin prinsip. Parahnya lagi, ada yang mengantongi izin batu bara, tapi produksinya stone crusernya. Jadi kita tutup saja,” kata Bupati.

Menurut Hendrajoni, selain beroperasi tanpa izin. Sejumlah pelaku usah galian C  juga ditemukan tidak pernah membayar pajak ke pemda setempat.

“Mereka ini juga tidak pernah bayar pajak. Masyarakat disana sudah resah. Sebab, jalan disana sudah banyak yang rusak, serta tergganggunya pasokan air ke sawah masyarakat seluas tiga ratus hektare,” ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Ferry Herlambang juga akan segera melakukan penyelidikan terhadap sejumlah laporan dan temuan yang menyalahi prosedur.

“Untuk sementara ini, kita akan kumpulkan sejumlah bukti, jika ada unsur pidananya maka akan kita proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab, kita juga baru mengetahui mereka ini tidak ada izin secara resmi,” ujar Kapolres saat itu.

Hal senada dikatakan, Dandim 0311/Pessel, Letkol (Arh) Wahyu Ahkadi, setiap penindakan yang dilakukan aparat penegak hukum tidak ada tembang pilih. Menurutnya, semua yang menyalahi aturan adalah sama dimata hukum.

“Jika sekedar kenal, ya boleh boleh saja. Tapi tidak ada main beking bekingan. Jika salah, harus ditindak tegas. Tak peduli itu dari anggota TNI atau Polri,” ujarnya dengan tegas.

Sidak saat itu dihadiri Bupati Hendrajoni dan OPD terkait, Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang, Dandim Pessel Letkol (Arh) Wahyu Akhadi, Kepala Dinas Penanaman Modal Sumbar, Maswar Dedi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah dan sejumlah perwakilan lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, pihaknya bersama pejabat terkait di provinsi akan segera melaksanakan rapat teknis terkait persoalan tambang galian C tersebut.

“Saat ini pihak kita belum bisa memberikan kesimpulan, yang pasti kita akan segera menggelar rapat teknis bersama dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Tambang, M. Taufik menyebutkan, tambang galian C tersebut telah beroperasi sejak 2015. Namun, pada awal 2018 satu diantara pemilik perusahaan tidak hanya menambang batu, namun juga menjalankan usaha pemecahan batu (stone cruser).

Menurut dia, dampak dari penambangan galian C dan stone cruser tersebut, tidak hanya merusak jalan kabupaten dan mengganggu pasokan air sawah saja. Namun juga menyebabkan air sungai menjadi kotor pada saat aktifitas penambangan berlangsung, sehingga masyarakat tidak bisa lagi menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jadi, saya bersama masyarakat disini sangat mendukung penertiban galian C oleh pemerintah daerah. Sebab, sudah berdampak buruk terhadap lingkungan dan air,” tuturnya.

#Red/h/kis

 

Check Also

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan RI Ke-73 SD Kartika I-II Padang

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan Ke-73 Tahun 2018  SD Kartika I-II Padang Padang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *