Home / ---- / CV. DAFFA ARJUNA Tidak Profesional, Labrak Kontrak Kerja

CV. DAFFA ARJUNA Tidak Profesional, Labrak Kontrak Kerja

PADANG (LN)—Pelaksana pembangunan Pengantian jembatan paket-2,  penggantian jembatan dan pembuatan duiker berlokasi Gadut Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan, dikerjakan CV. DAFFA ARJUNA dinilai tidak profesional dan Labrak Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)  yang menjadi pedoman untuk diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan tidak dilaksanakan sepenuh hati oleh pihak rekanan. Meskipun demikian, konsultan pengawas dan pihak Dinas PU Kota Padang seakan tidak peduli dan “tutup mata”.

CV. DAFFA ARJUNA KEBIRI HAK PEKERJA, ABAIKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3).

Terbukti,  saat dilakukan peninjauan ke lokasi pekerjaan, Kamis (11/8), Didapati  para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Kerja (APK). CV. DAFFA ARJUNA melabrak UU Ketenagakerjaan dengan mengkebiri hak pekerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang menjadi hak dari Pekerja tidak diberikan sepenuhnya. Pekerja (buruh) bekerja tanpa alat pelindung kerja (APK), tidak menggunakan pelindung kepala (helm) serta telanjang kaki dan tangan. Ini jelas melanggar UU No.1 tahun 1970 – Keselamatan Kerja dan UU No.13 Tahun 2003.

Padahal dalam Dokumen pelelangan nasional penyedia pekerjaan kontruksi (Pemborongan) untuk kontrak harga satuan,  BAB VII Spesifikasi Umum, seksi 1.1 ringkasan pekerjaan, 1.1.1 lingkup pekerjaan nomor 7 butir. a menjelaskan : Penanganan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) kontruksi (termasuk penyuluhan HIV/AIDS jika disebutkan dalam kontrak yang dituangkan dalam RK3K (Rencana Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Selain itu, kelengkapan administrasi di lapangan juga amburadul. CV. DAFFA ARJUNA tidak membuatkan Redaksi Kit (kantor dilapangan) yang menjadi pusat aktivitas administarasi di lapangan, sementara keberadaannya sangat diperlukan bahkan wajib dibuatkan oleh rekanan/kontraktor, karena dana pembuatannya sudah dialokasi.

Dengan tidak adanya redaksi kit ini, otomatis administrasi di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya seperti struktur organisasi perusahaan, buku tamu dan lainnya tidak ada dipajangkan, sementara hal itu berguna sebagai informasi kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, penggantian jembatan paket-2 tersebut berasal dari uang rakyat yakni dana APBD kota Padang Tahun 2016 senilai Rp659 juta.

Disebutkan, Di dalam spesifikasi umum 2010 (revisi2) tertuang bahwa “Kantor lapangan (redaksi kit) dan fasilitasnya maka penyedia jasa harus membangun, menyediakan, memasang, memelihara, membersihkan, menjaga dan pada saat selesai kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan kantor darurat gudang-gudang penyimpanan, barak-barak pekerja dan bengkel-bengkel yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan kegiatan”…Bersambung

Check Also

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan RI Ke-73 SD Kartika I-II Padang

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan Ke-73 Tahun 2018  SD Kartika I-II Padang Padang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *