Home / ---- / Dedi Henidal Masyarakat Harus Bisa Siaga Mandiri Dalam Hadapi Gempa

Dedi Henidal Masyarakat Harus Bisa Siaga Mandiri Dalam Hadapi Gempa

PADANG (LN) — Masyarakat Sumatera barat khususnya Kota Padang harus selalu waspada ketika terjadinya  gempa, kita harus lebih meningkatkan rasa waspada kita dengan cara melakukan pemahaman terhadap kehidupan kita sehari- hari.Jum’at (22/4)

Kepala BPBD Kota Padang, Dedi Henidal Mengatakan, dalam penerapan kehidupan sehari-hari,  sifat dari gempa itu adalah terjadinya goyangan, maka masyarakat juga harus mengasih tanda dirumahnya masing-masing. Yakni dengan cara mengantungkan barang  apa saja di dalam rumah yang bisa berbunyi, hal tersebut bertujuan untuk menandakan jika terjadinya  gempa besar. seperti contoh kaleng yang di gantungkan di atas langit-langit rumah.Dengan sudah adanya tanda tersebut, terlelap tidur,  kita akan terbangun dari tempat tidur  dan bisa mencari tempat yang aman secepatnya.tuturnya.

Selanjutnya deni juga menyampaikan, kalau kekuatan gempa tersebut berpotensi tsunami, masyarakat juga harus mempersiapkan tas siaga, dalam menyelamatkan barang-barang yang di perlukan, yakni senter, air, dan surat surat berharga.

Untuk status sementara, bahwasanya Kota Padang Sumatera Barat masih aman, namun dengan adanya beberapa gempa  kecil  sering terjadi akhir-akhir ini masyarakat juga di minta untuk waspada. Untuk kota padang sendiri sekarang ini menyediakan selter sebanyak 73 selter siap pakai dalam menyelamatkan diri ketika ada bencana.

Selter tersebut, Dedi menjelaskan untuk jarak tempuh 28 menit dari lokasi pemukiman warga  dengan berjalan kaki, masyarakat hendaknya jangan membawa kendaraan ketika melakukan evakuasi, kalau masyakat melakukan evakuasi dengan menggunakan kendaraan, maka jarak tempuh menjadi jauh dan akan mengakibatkan kemacetan. Jelasnya.

Dedi sangat menyayangkan ketika terjadinya gempa pada saat yang lampau,  masyarakat lebih cendrung menyelamatkan hartanya dari pada nyawanya.” Mereka dalam melakukan evakuasi lebih memilih memakai kendaraan dari pada jalan kaki, kita sebelumnya sudah banyak memberikan pengarahan terhadap masyarakat Kota padang, namun hal tersebut banyak tidak di terapkan”.Ucapnya

Kita bisa mengambil contoh terhadap gempa di jepang, pada saat gempa kendaraan itu seperti (korek Api –Red) yang mengapung di atas permukaan air, seharusnya bagi masyarakat yang sudah berumur lanjut, larilah ke selter yang sudah di sediakan, dan juga bagi yang masih kuat lari  ketika terjadinya bencana di harapkan supaya untuk mencari tempat yang tinngi. Ungkap Dedi.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya dapat meningkatkan kewaspadaan dalam tanggap darurat bencana, pelajari apa saja yang harus di lakukan ketika terjadinya bencana, kalau ketika berda di hotel jangan menggunkan (Lif –Red) tetapi gunakan tangga darurat, dan juga  kalau posisi saat bencana di lokasi (merah-red) rawan, lakukan secepatnya evakuasi mandiri.

Dalam menyelamatkan diri dari bencana masyarakat harus bisa evakuasi mandiri, jangan mengharapkan pemerintah atau relawan, karena mereka juga harus menyelamatkan diri mereka dahulu, kalau nanti ketika terjadi bencana kemana petugas masyarakat juga harus paham bahwasanya mereka juga menyelamatkan diri mereka dahulu dan keluarga mereka, kata Dedi. (Aad)

Check Also

JNE Ampang Berbagi, Salurkan Paket Lebaran untuk AWII Sumbar

  Padang (LN)—Owner JNE Ampang Darmawi memberikan paket lebaran berupa sembako untuk keluarga besar Aliansi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *