Home / ---- / Diduga Untuk Kepentingan Pribadi “Suami Anggota DPRD Kota Padang Tabrakan Mobil Dinas Sampai Hancur”

Diduga Untuk Kepentingan Pribadi “Suami Anggota DPRD Kota Padang Tabrakan Mobil Dinas Sampai Hancur”

PADANG (LN) – Menarik Dari sekian mobil dinas (mobnas) anggota DPRD Padang yang terpakir, satu unit mobil avanza terlihat dalam kondisi rusak parah. Bagian depan mobil bernomor polisi BA 1559 B ini hancur diduga akibat kecelakaan hebat, (18/4).

Mobil dinas tersebut ternyata rusak saat dipakai Dewi Susanti, anggota DPRD Padang dari Fraksi Gerindra. Mobil dinas yang dibeli dari uang rakyat tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Dewi Susanti. Diduga, ketika terjadi tabrakan mobil dinas tersebut dipakai suami Dewi Susanti untuk kepentingan bisnis.

Saat di konfirmasi Dewi Susanti mengatakan memang mobil dinas tersebut mengalami kecalakaan pada waktu dia dan suaminya berangkat menghadiri pesta pernikahan di daerah Bungus.

Sementara itu, di gedung DPRD sendiri persoalan ini menjadi perbincangan sesama anggota dewan. Menurut anggota dewan yang tidak mau ditulis namanya, suami Dewi Susanti adalah Print Sadorsen mantan anggota dewan periode lalu dari Partai Demokrat. Dugaan bahwa Print sering membawa mobil dinas ke lokasi proyeknya di Sungai Pisang kerap muncul di kalangan anggota dewan.

Sekretaris DPRD Padang Ali membenarkan mobil dinas Baleg rusak parah ketika berada di tangan Dewi Susanti. Namun, Ali Basar mengaku tidak tahu persis penyebab kerusakan mobil dinas tersebut.

“Informasi yang saya terima memang mobil sudah rusak parah tapi apa penyebabnya saya tidak tahu,” tutur Ali Basar.

Pengakuan serupa juga dikatakan Ketua Baleg, Faisal Nasir. Bahkan, Faisal membantah kalau Dewi menggunakan mobil dinas diluar jadwal yang sudah ditentukan. Dijelaskan Faisal, setiap anggota Baleg memang mendapat jatah pemakaian mobil seminggu dalam sebulan.

“Dari susunan jadwal memang minggu ini yang pakai sebenarnya Fakri Bahar namun mereka ganti jadwal,” Terang Faisal Nasir.

Pengamat kebijakan publik Eka Vidya Putra menyatakan tindakan menggunakan mobil dinas DPRD Padang untuk kepentingan pribadi adalah tindakan korupsi. “Itu korupsi, dia menggunakan mobil negara tapi untuk kepentingan pribadi. Entahpun minyaknya dari subsidi juga, makin salah jadinya. Eka berharap agar Inspektorat turun ke bawah untuk memeriksa agar penyalahgunaan fasilitas negara dibatasi. “Jangan diberikan mobil dinas kepada yang tidak bertanggugungjawab. Kapan perlu tarik mobilnya.” tegas akademisi Universitas Negeri Padang ini. (Aad)

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *