Home / ---- / Disinyalir, Pekerjaan Sapras Lap. Volly dan Basket GOR. H. Agus Salim Terjadi KKN, Addendum Lebih 10 Persen?

Disinyalir, Pekerjaan Sapras Lap. Volly dan Basket GOR. H. Agus Salim Terjadi KKN, Addendum Lebih 10 Persen?

voly3PADANG (LN)—Pembangunan sarana dan prasarana (Sapras) lapangan volly dan basket di kawasan GOR H Agus Salim Padang yang baru saja di serahterimakan (PHO) sebelum pelaksanaan Porprov XIV Sumbar (red, September 2016) kini terlihat sudah memudar dan banyak yang rusak.

Terjadinya hal itu, karena dalam pelaksanaan pekerjaan tidak mengacu kepada spesifikasi teknis dan kerangka acuan kerja yang ada dalam dokumen sehingga hasil pekerjaan amburadul dan asal jadi.

Bukan itu saja, banyaknya lingkup pekerjaan yang ada sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak awal dirubah ataupun dihilangkan (Addendum pekerjaan tambah/kurang/CCO).

Diprediksi, Addendum perubahan tersebut sudah melebihi dari ambang batasannya, yakni  10% (sepuluh perseratus) dari harga yang tercantum dalam perjanjian/Kontrak awal atau ketersedian anggaran.

Seperti yang terlihat dalam dokumen lelang, seharusnya ada pekerjaan Tribun penonton. B (bobot 12,71 persen) dan pekerjaan tempat duduk/istirahat pemain (bobot 0,21 persen) tapi kenyataannya pekerjaan tersebut tidak ada dikerjakan.

Dari hasil tinjauan (monitoring) tim ke lokasi (17/1), selain pekerjaan Tribun B  dan pekerjaan tempat duduk/istirahat pemain yang tidak ada dikerjakan, juga banyak ditemukan kejanggalan lainnya yang tidak sesuai dengan dokumen lelang yang ada, seperti  pekerjaan Pasangan Bak Mandi Lapis Keramik, diganti dengan bak mandi fiber, kondisi cat yang sudah terkelupas serta banyak lagi lainnya.

Melihat kondisi yang ada, kuat dugaan dihilangkannya beberapa item pekerjaan tersebut (CCO) karena pihak kontraktor tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang sudah diberikan.

Sebagaimana  diketahui, pada program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga, kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Olah Raga Porprov Sumbar XIV, pekerjaan Pengadaan Konstruksi Gedung Kantor, melalui lelang terbuka LPSE Kota Padang (Pokja.V ULP Kota Padang) menunjuk CV. Alfattah sebagai kontraktor pemenang dengan harga penawaran Rp2.001.365.000 ditetapkan dengan surat nomor : 11/ULP/POKJA-V/P.40/Dispora/2016 Tanggal : 26 Agustus 2016.

omMenaggapi hal itu, Ketua LSM Dewan LSM Bersatu (DLB) Sumbar, Syamsir mengatakan akan meminta klarifikasi (penjelasan) terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan sapras lap. Volly dan basket ini kepada Dispora Kota Padang untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Jika pihak Dispora Padang tidak terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan, maka pihaknya akan menempuh jalur lain, yakni meminta kepada pihak hukum (kejaksaan) untuk mengusutnya, tegas Syamsir.

Sesuai dengan Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik, tentang ketentuan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi  disebutkan :

(1.28) Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia.

(1.29) Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum

(Tim)

Check Also

PEMBAYARAN CICILAN TUNGGAKAN PDAM RAIB, DIDUGA DITILAP OKNUM PDAM

Padang (LN)–Pelanggan PDAM Koto Gadang kelurahan Bungus Timur Kec. Bungus Teluk Kabung mengeluh karena tunggakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *