Home / ---- / Diduga, SPBU Jl. Dipenegoro Kampung Pondok Pariaman Lakukan Penyimpangan, Jual Bensin Ke Pedagang Jerigen Dikenakan Biaya Tambahan

Diduga, SPBU Jl. Dipenegoro Kampung Pondok Pariaman Lakukan Penyimpangan, Jual Bensin Ke Pedagang Jerigen Dikenakan Biaya Tambahan

Pariaman (LN)–SPBU N0. 14.225.512, PT. Bungus Sumbar Lestari (BSL) di Jalan Dipenegoro Kampung Pondok Kec. Pariaman Tengah, Kota Pariaman diduga melakukannya penyimpangan, memainkan bensin (premium) subsidi.

Bensin (premium) bersubsidi yang sejatinya untuk kendaraan umum dan pribadi, tapi hanya dijual kepada pedagang kaki lima yang menggunakan jerigen.

Parahnya, setiap jerigen tersebut pedagang dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000.

Dengan demikian, Bensin (premium) hanya diprioritaskan untuk pedagang kaki lima yang menggunakan jerigen saja sementara kendaraan umum/pribadi diabaikan (tidak dilayani).

Hal itu tentunya menggangu dan membuat pengguna kendaraan umum/pribadi menjadi kecewa.

Pelayanan konsumen pakai jerigen dilakukan manager SPBU, Anto, dari pukul 17.30 sampai 20.30 WIB kepada pedagang kaki lima dengan imbalan Rp 10.000 per-jerigen isi 35 liter.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha dan Menengah, Gusneyeti Zaunit mengatakan, akan bertindak tegas perusahaan yang menjual Bahar Bakar Minyak (BBM ) premium pada jerigen yang di peruntukan buat kenderaan umum dan pribadi ke pedagang kaki lima.

“Sesuai dengang Peraturan Presiden no 191 tahun 2014, SPBU harus mengutama kendaraan umum roda empat dan roda dua. Bukan untuk pedagang kaki lima,” tegas Gusneyeti.

Tokoh masyarakat Kota Pariaman Agus juga mengatakan, pembelian pakai jerigen sudah lama dilakukan oleh manager SPBU Kampung Pondok, Anto, karena mengantongi surat izin dan rekomadasi dari Dinas perikanan untuk penjualan premium dengan jeringen buat nelayan, dengan ketentuan 1 nelayan hanya diperbolehkan membeli dua jerigen isi 70 liter.

Dari pengakuan pedagang kaki lima yang tak mau disebut namanya mengatakan, awalnya pakai rekomodasi Dinas Perikanan. Setelah itu karena sudah ada hubunga baik manager SPBU Kampung Pondok, dengan ada uang tip 1 jerigen Rp10. 000.- ribu untuk jerigen isi 35 liter pembelian bisa dilakukan meskipun tanpa surat rekomendasi.

Terkait masalah tersebut, Kelapa Dinas Perikanan Kota Pariaman, Dasril mengatakan, akan mengevaluasi rekomendasi pembelian BBM primium subsidi dan telah memerintahkan Kabid Penangkapan untuk mendatangi SPBU Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah.

Kapolres Pariaman AKBP Andri Kurniawan melalui Kasat Intel Iptu Syafruddin juga mengatakan akan menindak SPBU Kampung Pondok, kalau memang rekomodasi buat nelayan diubah fungsi buat pedagang kaki lima.

 

#Red/Editor/Don

 

Check Also

Hari Bhakti PUPR ke-73 di Sumbar, Kerjasama dan Kekompakan Kunci Suksesnya Pembangunan Insfrastruktur

Padang (LN)–Untuk dapat menyelesaikan tugas pembangunan infrastruktur, maka insan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *