Home / ---- / Dijadwalkan, Railbus Duku-BIM sudah Beroperasi Tahun 2017

Dijadwalkan, Railbus Duku-BIM sudah Beroperasi Tahun 2017

Padang (LN)– Railbus (bus rel-red) yang menghubungkan stasiun kereta api Duku – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dijadwalkan beroperasi dalam tahun 2017 ini. Pengoperasian railbus ini bersamaan dengan proyek railbus di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) oleh pihak Kementerian Perhubungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar Amran, SE.MM di ruang kerjanya, Selasa (17/1).

Ujar Amran, pihaknya (Dishub Sumbar) sebagai fasilitator sudah menyelesaikan tugasnya, terutama dalam membebaskan lahan berikut pemberian ganti kerugian kepada masyarakat pemilik tanah.

“Soal pembangunan fisik, seperti stasiun sampai rel kereta api berikut pengoperasiannya merupakan urusan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT. Angkasa Pura (AP) terkait dengan pembangunan jembatan penyeberangan.

Jadi, berdasarkan jadwal yang ditetapkan Kemenhub, ke dua proyek ini akan dioperasionalkan secara serentak dalam tahun 2017 ini,” katanya.

Semula diakuinya, pengoperasian railbus ini ditargetkan pada tahun 2016 lalu, sesuai harapan presiden Joko Wiodo saat berkunjung ke Sumbar. Namun, oleh pihak Kemenhub, rencana tersebut disesuaikan dengan jadwal pengoperasian proyek yang sama dengan proyek serupa di Bandara Soetta.

Ditambah lagi dengan belum selesainya proyek pembangunan jembatan penyeberangan pada ke dua lokasi yang akan mengoperasikan jenis angkutan railbus ini. Jembatan penyeberangan ini nantinya berfungsi sebagai jembaatan penyeberangan bagi penumpang dari railbus langsung menuju pesawat terbang, tanpa harus menuju ruang tunggu bandara.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penyelesaian kereta bandara Soekarno-Hatta selesai pada semester I tahun depan. “Putusan final sudah ada untuk tanah sengketa, diharapkan bisa berlanjut karena KAI dikabulkan,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, sebagaimana dikutip Bisnis.com beberapa waktu lalu.

KRL Bandara ini akan beroperasi dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian. Berdasarkan catatan, total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 km yang terdiri dari 24,2 km jalur eksisting dan 12,1 km jalur baru yang terkendala lahan.

Di sisi lain, Plt Dirut PT Angkasa Pura (AP) II mengungkapkan pihaknya menargetkan kereta bandara selesai pada Maret 2017, bersamaan dengan automated people mover yang akan membantu penumpang dalam perpindahan terminal. “Kita targetkan seperti itu bersamaan dengan people mover-nya,” ujarnya, secara terpisah.

Sistem ini akan menggunakan teknologi sistem sinyal modern tanpa awak atau communication based train control (CBTC Driverless) dengan panjang lintasan 2,98 km untuk melayani terminal di Bandara Soekarno Hatta dengan operasi landside. (*)

Check Also

Dicurigai, Penggunaan Besi Non SNI, Non Full dan Besi Banci Marak di Sumbar

Padang (LN)—Kekuatan struktur bangunan sanggat ditentukan oleh material yang digunakan. Struktur bangunan akan kuat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *