Home / ---- / Dinas Pertanian Agam : Kebutuhan Hewan Kurban Idul Adha 1438 H Cukup

Dinas Pertanian Agam : Kebutuhan Hewan Kurban Idul Adha 1438 H Cukup

Agam (LN)–Dinas Pertanian Kabupaten Agam memperkirakan jumlah kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1438 Hijriyah mencapai 6.000 ekor. Jumlah hewan kurban pada tahun ini berkurang dibandingkan pada 2016 sebanyak 601 ekor karena pemotongan pada 2016 sebanyak 6.601 ekor.

Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Afdhal, didampingi Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Iswan Hiswandi, Selasa mengatakan, secara umum Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Agam, pada tahun ini cukup.

Pemotongan hewan kurban pada 2017 dan berkemungkinan akan stabil, pemotongan kerbau cukup banyak seperti l di Kecamatan Tanjung Mutiara. Dari sebanyak 6.000 ekor hewan kurban itu terdiri dari sapi sebanyak 5.500 ekor, kerbau 400 ekor dan kambing sekitar 100 ekor.

Namun, secara umum jika dibandingkan tahun lalu ada penurunan, pada tahun sebelumnya sapi sebanyak 6.049 ekor, kerbau sebanyak 453 ekor dan kambing sebanyak 99 ekor. Sapi potong dari Agam dipasarkan ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota sehingga sapi dari peternak di Agam tidak mencukupi kebutuhan.

“Data ini dari petugas kesehatan hewan di setiap kecamatan. Kebiasaan sapi kurban di Agam berukuran besar. Untuk mencukupinya Kebutuhan sapi untuk kurban dipasok dari Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Pasaman,” jelasnya.

Di Kabupaten Agam Sapi yang dipotong diwajibkan memiliki tiga surat antara lain, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). SKKH ini untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan tersebut dari berbagai penyakit menular seperti, antraks, jembrana, cacing hati

Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) bagi ternak betina, SKSR ini bertujuan untuk mengetahui sapi betina yang dijual itu tidak produktif, karena pemerintah melarang pemotongan sapi betina produktif. Kemudian surat keterangan kepemilikan dari wali nagari. Surat ini berguna sangat berguna agar jual beli ternak tersebut tidak dipermasalahkan pihak lain. (dika)

 

Kasat Pol PP dan Damkar Drs. Dandi Pribadi, M.Si. mengatakan, pegawai Pengadilan Negeri Lubuk Basung harus dapat memakai alat pemadam api yang ada, baik memakai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) disetiap ruangan yang ada.

“Jadikan sosialisasi sebagai kegiatan pengetahuan dan keterampilan para petugas dalam pencegahan awal. Bila terjadi percikan api di setiap lini segera dicegah dan segera dipadamkan oleh petugas yang ada,” katanya.

Menurutnya, Pegawai Pengadilan Negeri Lubuk Basung dinilai sangat memerlukan pengetahuan ini. “Selalu tingkatkan kewaspadaan tentang bahaya api yang menyebabkan kebakaran. Sebab potensi kebakaran tersebut datang dari banyak sebab,” jelasnya.

Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Indrawan, mengatakan, hampir seluruh pegawai sebelumya tidak memiliki keterampilan pemadaman. Ia mememberikan apresiasi karena Damkar telah memberi pembekalan kepada seluruh pegawai Pebgadilan Negeri Lubuk Basung berkekuatan 35 orang.

Selama sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran peserta cukup aktif menanyakan tentang penggunaan APAR dan APAT serta memperagakan pemakaian tabung racun api. Hal ini diperagakan serta dicobakan oleh Ketua Pengadilan Negeri beserta Panitra, hakim dan tim K3 lainnya serta sopir pandai mematikannya api.

Materi sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran disajikan Tim bersama langsung oleh Kasatpol-PP dan Damkar Dandi Pribadi, Kabid Damkar, Yunaidi.S, Kasi Pencegahan dan Penyuluhan Armen, Danru Syamsuar, Danru Rino Irvan Aditya, Danru Darman, Satgas Andrya Levies, Bambang Hermanto, Fakhrur Razi, Yudhy Erdianto Armia. (Dika)

Agam Mantapkan Sebagai Smart Regrncy

Agam,Laksus News
Sebanyak 82 aparatur nagari dan pemerintah kecamatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari dengan e-Planning, Selasa (8/8) di aula Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung.

Kegiatan itu dibuka, Bupati Agam yang diwakili Plt. Sekretaris Daerah Yosefriawan. Dalam kesempatan itu ia menekankan ketersediaan informasi di dalam E-Planning nantinya dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pembangunan Daerah

” Kami berharap Aplikasi e-Planning dapat memberikan kemudahan bagi perangkat nagari dalam mengakses informasi sebagai acuan untuk berpartisipasi dan melakukan pengawasan. Ini akan sangat bermanfaat Menuju Agam Smart Regency, kabupaten cerdas,” katanya.

Ia juga berpesan kepada peserta mengikuti pelatihan ini sungguh-sungguh. Dengan harapan semoga RKP dari tingkat nagari sampai tingkat kabupaten bisa dilaksanakan sesuai planning dan tepat sasaran. ” Ilmu yang diberikan tolong diterapkan dengan baik,”jelasnya.

Ketua Panitia Fauzan Helmy Hutasuhut, mengatakan Kegiatan ini mengacu kepada Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.

Pada prinsipnya Bimtek RKP secara e-Planning bertujuan untuk melatih aparatur nagari dalam pengoperasian aplakasi e-Planning pada tahapan Musrenbang nagari guna mewujudkan Kabupaten Agam yang Smart Regency.

Fauzan menambahkan, kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 8 s/d 10 Agustus 2017. Tahap pertama hari ini baru diikuti 60 peserta dari 28 nagari dan 4 kecamatan. (Dika)

Seluruh Kecamatan wilayah se kabupaten Agam Miliki Kampung KB

Check Also

Bank Nagari Ukir Prestasi Nasional dari Info Bank Award 2017, Penghargaan Dipersembahkan untuk Masyarakat Sumbar

BALI (LN)—Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat atau lebih akrab disebut Bank Nagari, kembali berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *