Home / ---- / Dinkes Sumbar Peduli Gizi Balita Kurus, Berikan PMT Kepada 9.235 Balita

Dinkes Sumbar Peduli Gizi Balita Kurus, Berikan PMT Kepada 9.235 Balita

Padang (LN)—Perbaikan gizi pada balita kurus guna mencegah terjadinya kekurangan gizi pada balita menjadi perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) pada saat ini. Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan telah mengalokasikan anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebesar Rp2.992.140.000 dari APBD Sumbar TA.2020.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini akan diberikan kepada 9.235 balita kurus yang berada di 4 (empat) daerah (kab/kota), diantaranya Kab. Pasaman (2.285), Kab. Pasaman Barat (3.880), Kab. Solok (1.490) dan Kab. Lima Puluh Kota (1.580).

Kepala Dinas Kesehtan prov. Sumbar, Merry Yuliesde mengatakan,Status gizi yang baik merupakan investasi berharga bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan produktif untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Masalah gangguan gizi pada balita merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius.

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) sejak tahun 2007-2013 Provinsi Sumatera Barat secara umum memperlihatkan angka kejadian masalah gizi pada balita masih tinggi. Pada tahun 2018 angka kejadian masalah gizi menujukkan terjadi penurunan walaupun secara cut of point masih menjadi masalah kesehatan, sesuai standar WHO (20 % ). Dimana Balita Kurus sebesar 12.6% pada tahun 2013 menjadi 11.3% pada tahun 2018, balita stunting dari 39.2% ditahun 2013 menjadi 30% di tahun 2018 dan berdasarkan data SSGBI tahun 2019 prevalensi stunting sebesar 27,4 %, jelasnya.

Penyebab langsung masalah gizi pada anak termasuk stunting adalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan. Konsumsi makanan yang tidak adekuat akan menyebabkan kejadian gizi buruk yang pada akhirnya bisa menjadi gangguan gizi kronis yaitu stunting.

Dalam upaya mencegah timbulnya masalah gizi kronis, kewajiban negara untuk memastikan masyarakat terutama kelompok rawan menerima makanan yang kaya gizi baik secara lokal dan pabrikan. Tahun 2020, telah ditetapkan 4 daerah lokus Stunting di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok dan Kab. Lima Puluh Kota. Salah satu upaya yang dilakukan dalam percepatan penurunan prevalensi stunting terutama di daerah prioritas adalah melalui Pengadaan Makanan Tambahan pada Balita Kurus.

Ditambahkan Kuasa Pengguna Anggaran kegiatan Pengadaan Makanan Tambahan Balita Kurus untuk Daerah Lokus Stunting, Safwan menjelaskan, Pendistribusian PMT Balita Kurus memalui seluruh puskesmas yang ada di 4 (empat)  daerah yakni Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman , Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Makanan Tambahan Balita merupakan makanan bergizi berbentuk biskuit keping bulat yang dibuat dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral, diberikan kepada bayi dan anak balita umur 6-59 bulan dengan kategori kurus. Bagi bayi dan anak berumur 6-24 bulan, makanan tambahan ini digunakan sebagai makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). 2. Bayi dan anak balita kategori kurus adalah bayi dan anak balita yang memiliki status gizi berdasarkan indeks BB/TB dibawah -2 SD, tidak rawat inap dan tidak rawat jalan, paparnya.

 

#fit

Check Also

PT. HERGI INDO KARYA Berdayakan Potensi Lokal, Pembangunan kantor lurah Lambung Bukik Cepat dan Lancar

Padang (LN)—Pembangunan kantor lurah Lambuang Bukik sangat diapresiasi serta mendapat dukungan dari warga setempat. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *