Home / ---- / Disdik Padang Binggung, SDN Penerima Bantuan Meja dan Kursi Belajar 1.405 Set Masih Belum Jelas

Disdik Padang Binggung, SDN Penerima Bantuan Meja dan Kursi Belajar 1.405 Set Masih Belum Jelas

Padang (LN)—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang hingga saat ini masih kebinggungan menentukan sekolah penerima bantuan meja dan kursi belajar untuk SDN di Padang.

Dan saking binggungnya untuk menentukan sekolah penerima bantuan meja dan kursi tersebut, Disdik Padang meminta usulan nama sekolah kepada DPRD Padang.

Hal itu diketahui, saat media ini melakukan konfirmasi kepada Kabid. Sapras Disdik Padang, Rusdi via handphone beberapa hari lalu.

Baca : http://laksusnews.com/dugaan-kkn-di-disdik-padang-pekerjaan-pl-dikuasai-kroni-pejabat/

Dikatakan Rusdi, Disdik Padang hingga saat ini masih belum menetapkan sekolah yang akan menerima bantuan meja dan kursi belajar SDN tersebut.

Alasannya, banyak sekolah yang membutuhkan bantuan tersebut, sementara jumlah meja dan kursi hanya 1.405 set sedangkan yang membutuhkan lebih dari itu. Dengan keterbatasan ini, sehingga perlu ditetapkan skala priotas sekolah yang membutuhkan.  

Dan untuk menentukan sekolah penerima itu, maka Disdik Padang meminta usulan nama-nama sekolah kepada DPRD Padang, ucap Rusdi.

Baca juga : http://laksusnews.com/pendistribusian-bantuan-meja-dan-kursi-tidak-jelas-kadisdik-padang-pura-pura-bego/

Terkait hal tersebut, Ketua LSM Garuda, Hendrizon mencoba menanggapai apa yang disampaikan Kabid Sapras Disdik Kota Padang tersebut.

Dikatakan Hendrizon, “Dari penjelasan yang disampaikan Kabid sapras Disdik Kota Padang, Rusdi itu terasa aneh dan janggal”.  

“Darimana asalnya, kok Disdik Padang bisa menetapkan jumlah 1.405 set meja dan kursi belajar SDN Kota Padang tersebut, sementara sekolah yang membutuhkan bantuan meja dan kursi belajar masih belum jelas, tanya Hendrizon heran.

Artinya, Disdik Padang dalam bekerja tidak memiliki regulasi yang jelas atau dengan kata lainnya tidak profesional. Terindikasi, pada paket Pengadaan meja dan kursi belajar untuk SDN hanyalah rekayasa karena tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.     

Seharusnya, sebelum melakukan pengadaan meja dan kursi tersebut, Disdik Padang sudah mengantongi nama-nama sekolah serta jumlah kebutuhannya secara real, terangnya.

Yang terjadi malah sebaliknya, setelah anggaran disetujui, barulah Disdik Padang kasak-kusuk mencari sekolah yang akan menerima bantuan tersebut.    

Pada paket pekerjaan pengadaan meja dan kursi sebanyak 1.405 set untuk SDN kota Padang ini, tercium adanya aroma kongkalingkong, ucap Hendrizon rada curiga.

Sambungnya lagi, Pihaknya akan terus mendesak Disdik Padang untuk memberikan data sekolah penerima bantuan meja dan kursi ini.

Menurut informasi yang didapatkan, pada Pekerjaan Belanja Modal Pengadaan meubeller untuk SD/SMP Negeri yakni Meja dan Kursi belajar Siswa SD Negeri sebanyak 1.405 set menelan anggaran sebesar Rp850.025.000 sudah ada perusahaan pemenang yang ditunjuk untuk mengerjakannya melalui lelang LPSE Padang, yakni CV. Fajar Harapan dengan harga penawaran sebesar Rp687.747.500

Lihat : http://lpse.padang.go.id/eproc/lelang/pemenang/1431624

Sambungnya, LSM Garuda akan mengawal penggadaan meja dan kursi ini, dari awal hingga penyalurannya ke sekolah, tutur Hendrizon. (fit)  

 

Tunggu berita selanjutnya….

Check Also

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Terima Penghargaan, Kota Asuransi Diberikan DAI

Padang (LN)—Kesadaran masyarakat Kota Padang untuk menyelamatkan masa depan mereka cukup tinggi, terlihat dari banyaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *