Home / ---- / Disosnaker Padang Bangun Penampungan “Gepeng”

Disosnaker Padang Bangun Penampungan “Gepeng”

GEPENGPADANG (LN)—Gelandangan dan pengemis (Gepeng) menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum teratasi dengan baik. Pemerintah terus berupaya untuk menggurangi angka Gepeng ini dengan mengeluarkan berbagai kebijakan.

Meskipun demikian,  jumlah Gepeng malah mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, terutama untuk kota-kota besar, jumlah Gepeng bukannya berkurang, sebaliknya cendrung bertambah

Gepeng termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), bahkan menurut Kementerian Sosial RI, saat ini tercatat ada 26 jenis dengan batasan pengertian dan kriteria seperti  Anak Balita Terlantar, Anak Terlantar, Anak Nakal, Anak Jalanan, Wanita Rawan Sosial Ekonomi, Korban Tindak Kekerasan, Lanjut Usia Terlantar, penyandang Cacat, Tuna Susila, Pengemis, Gelandangan, Bekas Warga Binaan Lembaga Kemasyarakatan, Korban Penyalahgunaan NAPZA, Keluarga Fakir Miskin, Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis, Komunitas Adat Terpencil, Korban Bencana Alam, Korban Bencan Sosial, Pekerja Migran Terlantar, Orang dengan HIV/AIDS, Keluarga Rentan.

Dan dari 26 jenis PMKS itu, untuk Kota Padang 18 PMKS diantaranya sudah terakomodir. Untuk terus menekan angka PMKS, Pemko Padang melalui Disosnakertrans Kota Padang selalu berupaya maksimal melalui program kerja yang diusungnya, yakni bagaimana dapat merubah PMKS menjadi manusia mandiri serta tidak lagi dipandang sebelah mata.

Dalam mewujudkan hal itu, Disosnaker Padang sekarang tengah mempersiapkan bangunan untuk penampungan gelandang, pengemis, penyakit sosial lainnya sebagai.  yang berguna untuk memberikan keterampilan kepada PMKS tersebut, sampai Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Padang melalui Kabid Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Miral Masry, Selasa (19/7) di Padang

Sambung Miral lagi, “Ada sebanyak 40 keluarga PMKS (gelandang, pengemis dan lainnya) yang akan ditampung disini lalu akan diberikan keterampilan. Para PMKS itu akan digodok selama se-tahun supaya bisa hidup mandiri. Setelah mereka dianggap sudah memiliki keterampilan atau mampu untuk hidup mandiri, barulah dikembalikan ke tengah masyarakat.

Bangunan penampungan gelandang, pengemis dan penyakit sosial ini terletak di kawasan Air Dingin dengan luas area ±1,5 hektar (Ha) berasal dari bantuan pemerintah pusat.

Yangmana, Pemko Padang dialokasikan dana untuk pembangunan pagar/turap dan pondasi sekeliling dari APBN Tahun 2016, pagu anggaran sebesar Rp3.032.080.000. Dan dari hasil lelang LPSE kota Padang, Kontraktor yang ditunjuk untuk mengerjakan pekerjaan tersebut yakni PT. Arindo Jayatama Raya.

Dan hingga saat ini, Selasa (19/7) kontrak kerja dan Surat perintah mulai kerja (SPMK) sudah selesai ditandatangani. Selanjutnya pihak kontraktor/rekanan sudah mulai mempersiapkan diri. Adapun waktu yang diberikan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut selama 5 bulan (150 hari). Diperkirakan pada November 2016 mendatang, pekerjaan tersebut sudah dapat terselesaikan, harapnya.

(Dilaporkan : Fit)

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *