Home / BERITA TERBARU / Disparekref Padang “Labrak Kesepakatan Lama”, Pedagang Menjerit

Disparekref Padang “Labrak Kesepakatan Lama”, Pedagang Menjerit

12650474_1705287729754402_1949344286_nPadang (LN)-— Sejumlah pedagang yang tergabung di Organisasi Pedagang Kecil Pantai Padang ( Orpek Pantai Padang ), Rabu  (27/ 01) mengeluhkan atas kebijakkan yang dilakukan Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif ( Disbudparekref ) Kota Padang.

Kebijakan Disparekref Kota Padang dinilai sudah berbuat semena-mena yang merugikan masyarakat pedagang di kawasan jalan Samudra, karena sudah melabrak kesepakatan yang pernah dibuat antara pedagang dengan Disbudpar kota Padang yang sekarang berganti nama menjadi Disparekref Padang.

Seharusnya pemerintah lebih arif dalam mengambil keputusan. Jangan menjadi pemerintah “bertangan besi”, dengan mudah melabrak kesepakatan tanpa mempertimbangan kondisi masyarakat pedagang.

Pada penertiban yang dilakukan saat ini, pedagang diharuskan membongkar tenda tambahan dan fasilitas dagang mereka (dapur,tempat mencuci, dll). Padahal para pedagang sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Tenda biru sudah mereka ganti dengan seng, guna menghemat biaya dan lebih indah.

Yul (45), pedagang berkata, “ Kami memakai tenda biru dari zaman Bapak Harmensyah dan kami diberi izin menambah ke arah bibir pantai sepanjang lebih kurang delapan meter.

“Kami memakai tenda biru sampai Kadisbudpar yang sebelumnya dijabat, Denno, untuk menghemat biaya pengeluaran kami mengganti dengan atap seng, modal yang kami keluarkan mencapai 13 juta lebih, itupun modal pinjaman dengan menggadaikan motor kami ke leasing motor “ kata Yul kecewa.

Ditambah lagi, Epi (40), pedagang juga mengeluhkan gerobak yang merangkap dapur juga di bongkar, sehingga membuatnya kesulitkan untuk menyimpan barang dan memasak  karena dipantai ini angin berhembus tiada henti.

“ Gimana cara kami memasak kalau gerobak dan dapur ini juga di bongkar, gerobak berfungsi tempat menyimpan barang dan memasak perlu menutup angin, dipantai ini angin tak pernah berhenti bertiup, jika saat badai semua pada beterbangan, bahkan meja dari kayu terbalik semua “ Ungkap Epi.

Lain lagi Agusman (55), Ketua Organisasi Pedagang Kecil Pantai Padang ( Orpek Pantai Padang ), “ Kebijakkan yang di buat Kadis Budpar berbeda- beda. Beda Kadis berbeda pula kebijakkannya, sehingga anggota pedagang- pedagang dirugikan.

Semua kebijakkan berimbas bongkar, padahal jarak lokasi hanya seberang jalan. Seharusnya Kadis atau Kabid meninjau para pedagang yang hanya berjarak +/ – 30 Meter “ tutur Agusman Ketua Orpek Pantai Padang. (gan)

Check Also

Dukung Program Wako Padang Lahirkan 10.000 Wira Usaha, Dinas Perdagangan Padang Gelar Bimbingan untuk Pedagang Micro Kecil dan Eceran

Padang (LN)—Dinas Perdagangan Kota Padang memberikan Bimbingan peningkatan perdagangan mikro kecil dan eceran, Selasa (13/8) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *