Home / ---- / Disperindag Sumbar Lakukan Pengawasan Peredaran Garam SNI Dipasaran

Disperindag Sumbar Lakukan Pengawasan Peredaran Garam SNI Dipasaran

Padang (LN)—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov. Sumbar secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap kegiatan perdagangan di Sumbar.

Diantaranya, pengawasan terhadap Peredaran barang/jasa yang mengacu pada standardisasi, pengendalian mutu barang serta tertib ukur.

Dilakukannya hal itu, agar terciptanya iklim perdagangan yang sehat serta melindungi masyarakat konsumen dari produk berbahaya.

Dari berbagai produk yang ada di pasaran, garam beryodium menjadi salah satu produk sorotan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sumbar.

Alasannya, garam selain berguna untuk kebutuhann rumah tangga, namun juga bermanfaat bagi kesehatan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sumbar, Asben Hendri menjelaskan kepada media www.laksusnews.com.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sumbar melakukan pengawasan terhadap kualitas standar garam beryodium yang berasal dari produk dalam negeri maupun luar negeri/impor yang beredar dipasaran yang ada di 19 Kab/Kota provinsi Sumbar.

Dilakukannya hal itu, guna memberikan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya baik untuk keselamatan, keamanan, kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Serta mendorong kelancaran perdagangan yang merujuk pada persaingan usaha sehat.

Sementara itu, Kabid. Perlindungan konsumen dan tertib niaga, Buzaimar menyebutkan, Dalam melakukan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan barang/jasa di pasaran, Disperindag Sumbar berpedoman pada Permendagri No. 69 tahun 2018.

Diantaranya, melakukan pengawasan terhadap barang beredar dan jasa, pendistribusian barang, perizinan barang perdagangan serta menerima pengaduan konsumen.

Garam yodium salah satu produk yang sanggat dibutuhkan serta bermanfaat bagi kesehatan.

Garam yodium menjadi salah satu produk wajib berstandar nasional indonesia (SNI).

Ditambahkan Buzaimar, Pada tahun 2018 ini, Disperindag Sumbar turun ke lapangan untuk pengambilan sample serta melakukan pengujian terhadap garam yodium yang ada di pasaran.

Dari 28 sample (merk/produk) garam yang diuji, diseluruh kab/kota di Sumbar, ditemukannya kadar kandungan yang tidak sesuai dengan ukuran semestinya.

Bahkan ada ditemukan garam yang tidak mengandung yodium (non yodium).

Perlakuan tersebut sudah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Untuk itu, Disperindag Sumbar sudah menyurati kepada pelaku usaha agar menyesuaikan produk dengan kandungan yang ada, melalui surat No. 511.1/1112.A/PKTN/2018, Perihal Garam Beryodium.

Apabila surat tersebut tidak dihiraukan oleh pelaku usaha, maka produk tersebut untuk sementara waktu harus ditarik dari pasaran, menghentikan produksi bahkan dilakukannya pencabutan perizinan di bidang Perdagangan, tegasnya.

Selain itu, Buzaimar juga mengingatkan para pelaku usaha, agar memperhatikan kemasan produk.

Menurutnya, kemasan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Seyogyanya, kemasan dibuat dengan baik agar tidak gampang bocor ataupun rusak sehingga isi kandungan yang ada didalam produk tidak terkontaminasi oleh yang lain, pesan Buzaimar.

#Fit

Check Also

Rapat Pleno Terbuka KPU Sumbar, Jumlah DPT Bertambah 76 Ribu

PADANG (LN)–Jumlah pemilih di Sumatera Barat pada Pemilu 2019 bertambah 76.242 orang. Sehingga total pemilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *