Home / ---- / Dituduh “Kawini” Istri Developer Asal Tangerang, Ketua DPRD Kota Padang Meradang

Dituduh “Kawini” Istri Developer Asal Tangerang, Ketua DPRD Kota Padang Meradang

PADANG(PN)—Ketua DPRD Kota Padang Erisman Chaniago kembali ketiban sial. Kali ini Politisi Gerindra itu dituduh menikahi istri Zarmais Amin, seorang developer asal Tangerang secara siri. Erisman pun dipolisikan, Minggu 19 Februari 2017 malam, karena diduga telah melakukan tindak perselingkuhan.

Menurut Zarmais Amin, sampai saat ini Yanthy Hasadis (50) masih istrinya yang sah. Ia mengatakan, nikah siri itu dilakukan di daerah Karawaci, Tangerang-Banten pada Januari 2017 lalu.

Dikatakannya, laporan tersebut dibuat setelah istrinya, Yanthy Hasadis melakukan aksi poliandri dengan lelaki lain yang merupakan seorang Ketua DPRD Kota Padang, Erisman Chaniago (51). Dia menyebut, sempat membuat laporan di Polres Metro Tangerang dan melanjutkan ke Polresta Padang.

Berdasarkan laporan korban di Polresta Padang dengan nomor: LP/282/K/II/2017-SPKT Unit III pada tanggal 19 Februari 2017 malam, aksi nikah siri sang istri dilakukan pada bulan Januari 2017 lalu. Korban yang berprofesi sebagai developer ini mengaku tidak mengetahui perihal pernikahan tersebut.

“Setelah melihat foto-foto mesra istri saya dengan lelaki itu dan kopian surat nikahnya, saya sempat menanyakan ke istri. Setelah itu saya membuat laporan tindak poliandri yang dilakukannya ke Polres Metro Tangerang,” ucapnya di Polresta Padang.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Abdus Syukur Felani membenarkan adanya laporan terhadap petinggi di DPRD Kota Padang tersebut dan sedang dilakukan BAP.

Lapor ke BK

Pagi harinya, Senin, 20 Februari 2017 sekitar pukul 10:30 di kantor DPRD Kota Padang terjadi keributan antara Yanthi dan Zarmais Amin. Zarmais yang hendak melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) di cegat oleh istrinya di ruang tunggu kantor DPRD Kota Padang . Hal ini membuat semua karyawan kantor keluar dan menyaksikan kejadian tersebut.

Sempat terjadi adu mulut, kemudian Yanthi menarik tangan suaminya itu ke atas mobil dan memaksanya masuk. Sesampai di atas mobil Yanthi berkata di sela pertengkaran dengan suaminya kepada wartawan “Saya sudah tahu siapa yang mengatur semua ini , Wahyu (Wakil Ketua DPRD Kota Padang-Red) merupakan dalang dari semuanya. Dan saya akan melaporkan balik Wahyu ke polisi,” tegasnya kelihatan emosi.

Laporan yang akan di serahkan ke Badan Kehormatan tersebut akhirnya dilanjutkan oleh beberapa rekan Zarmais Amin yang datang bersamanya kepada wakil ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra. Tak berselang berapa lama ketua DPRD Kota Padang Erisman, mendatangi ruangan Wahyu.

“Saya akan melaporkan Anda Wahyu dengan pasal pencemaran nama baik,” kata Erisman dengan muka memerah karena emosi.

Sempat terjadi keributan antara Wahyu dengan Erisman. Bahkan Erisman mau mengambil surat laporan yang di serahkan kepada Wahyu.

Pecabutan Laporan

Ironisnya, Senin, 20 Februari 2017 siang, Zarmais Amin mencabut laporan kepolisian. Zarmais mendatangi Mako Polresta Padang didampingi Yanti dan Erisman sekitar pukul 14:00 WIB. Pencabutan laporan tersebut dilakukan di ruangan Satuan Reskrim Polresta Padang.

“Pencabutan laporan ini dilakukan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, murni keinginan suami saya sendiri,” kata Yanti pada sejumlah wartawan.

Zarmais mengaku dirinya sengaja mencabut laporan di pihak kepolisian tersebut setelah ia mengetahui kebenaran hubungan istrinya tersebut dengan Ketua DPRD Padang, Erisman.

“Tuduhan hubungan istri saya dengan Erisman itu tidak benar, saya sudah mengkroscek hal itu dengan kedua belah pihak,” sebutnya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz menilai pencabutan laporan tersebut sah secara hukum.

“Kalau delik aduan seperti ini sah saja, tapi prosesnya tentu tidak secepat itu,” tutur Chairul Aziz.

Menurutnya jika laporan itu tidak dicabut, tindakan yang dilakukan oleh Erisman dan Yanti Hasadis telah melanggar pasal 279 juncto pasal 284 KUHP tentang Poliandri dan Perzinaan.

“Pencabutan laporan itu ada prosesnya, sebelum resmi dicabut kami tentu harus gelar perkara dulu, tidak semudah itu,” paparnya.

Penjelasan Erisman

Erisman mengaku kasus ini merupakan musibah yang ke lima bagi dirinya. Berbagai macam cara dilakukan untuk menggoyang posisinya sebagai Ketua DPRD Kota Padang oleh orang-orang yang tidak suka kepadanya.
“Ini musibah ke lima bagi saya. Tak henti-hentinya lawan-lawan politik saya, baik di internal partai saya, dan kawan-kawan di DPRD yang punya keinginan menjatuhkan saya,” ungkapnya.

Bahkan, Politisi Gerindra menuding langsung Wahyu Iramana Putra, Wakil Ketua DPRD Kota Padang sebagai otak dari semua itu.

“Dia adalah otak dari semua kasus ini, saya punya data-datanya dan saya akan pelajari dulu bagaimana modusnya,” ancam Erisman.

Namun, setelah adanya pencabutan laporan kasus tersebut oleh Zarmais Amin, Erisman masih pikir-pikir dulu untuk kembali melaporkan Wahyu ke pihak kepolisian.

“Saya konsultasi dulu dengan pengacara saya, apakah akan dilaporkan balik atau tidak kita lihat saja nanti,” ungkapnya ketika melakukan jumpa wartawan, Senin, 20 Februari 2017 sore, bertempat di salah satu restoran mewah di kawasan A Yani Padang.

Hanya Sebatas Hubungan Bisnis

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *