Home / ---- / DLH Bungo Temukan Bukti Pencemaran Lingkungan, PT. SJA harus Tanggungjawab

DLH Bungo Temukan Bukti Pencemaran Lingkungan, PT. SJA harus Tanggungjawab

BUNGO,(LN)–Masyarakat dusun Sirih Sekapur perkembangan (siskaper) merasa resah karena polusi udara yang diduga berasal dari PT. Sawit Jujuhan Abadi (SJA).

Sekitar setahun lamanya, 400 kepala keluarga (KK) warga Siskaper menderita, menghirup udara berbau tidak sedap seperti bau taik (kotoran).

Akibatnya, berbagai penyakit saluran pernafasan seperti sesak nafas, batuk serta gatal gatal menyerang warga. Dan yang paling rentan terkena penyakit tersebut yakni balita.

Baca juga : Asap Pabrik PT. SJA Bau Tinja, Warga Desa Sirih Sekapur Perkembangan Jadi Mual dan Muntah

Mirisnya, keluhan dan derita masyarakat Siskaper tersebut, tidak mendapatkan perhatian serius pemkab. Bungo provinsi Jambi.

Sebagaimana diungkapkan, salah seorang warga Siskaper yang tinggal tidak jauh dari lokasi PT. SJA, Wiwik mengatakan, Sudah banyak warga yang terkena penyakit saluran pernafasan, batuk dan gatal gatal.

Bahkan anaknya yang masih balita juga terkena penyakit batuk, keluhnya.

Terkait kondisi itu, Staf desa Siskaper sudah melaporkan pencemaran tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kab. Bungo, Kamis (19/04/2018)

Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kab. Bungo menurunkan tim didampingi masyarakat dan awak media, Selasa (24/04/2018).

Alhasil, DLH kab. Bungo menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan PT. SJA.

Ironisnya, DLH Kab. Bungo tidak mampu berbuat apa apa karena keterbatasan anggaran.

Sebagaimana yang disampaikan, DLH Kab. Bungo, melalui kepala seksi penataan hukum dan PKK, David Kasidi, mengatakan, “Ditemukan ada beberapa pelanggaran yang di lakukan PT. SJA tapi DLH Kab. Bungo tidak memiliki fasilitas yang terakriditasi serta keterbatasan anggaran.

Meskipun demikian, kami akan meminta bantuan kepada DLH Jambi, ucapnya.

Sambungnya lagi, Namun apabila desa sirih sekapur perkembangan berkenan untuk membantu biaya menurunkan tim dari provinsi maka kami bisa hadirkan.

Penyataan yang dilontarkan DLH Kab. Bungo itu membuat Rio Siskaper kecewa.

Dikatakan Rio Diskaper, Deni Nofrizan, “Dalam hal ini masyarakat sudah dirugikan l, namun masih dibebani dengan pembiayaan untuk evaluasi pencemaran lingkungan yang di lakukan perusahaan.

Dusun Siskaper, Kecamatan jujuhan, Kabupaten Bungo, terletak di ring satu perusahaan milik PT. Sawit Jujuhan abadi (SJA).

Jadi desa ini rentan terkena dampak pencemaran, limbah pabrik yang berjarak sekitar 300 meter, jelasnya.

Disampaikannya, sudah cukup banyak ternak warga, masuk kedalam limbah pabrik tersebut dan lagi-lagi masyarakat di rugikan, dan tidak ada tanggapan positif sama sekali dari perusahaan.

“Pencemaran udara biasanya dirasakan warga selepas maghrib atau menjelang malam sampai shubuh. Dan bau nya sangat menyengat sekali.

“Artinya daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk area perusahaan sudah tidak lagi memadai. Penetapan kawasan perusahaan di wilayah siskaper juga tidak sesuai. Harusnya menjadi kawasan lindung bukan kawasan industri,” papar deni.

Menurutnya, PT. SJA sudah melanggar UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

“Ini harus ada solusi, bagaimana pemerintah dan perusahaan bisa memberi jaminan keselamatan masyarakat sirih sekapur perkembangan dan kami merasa tidak di anggap ada disini.

#Tim

Check Also

Dandim 0312/Padang Hadiri Panen Raya di Demplot

Padang (LN)—Dandim 0312/Padang Hadiri Kegiatan Panan Raya Di Demplot Padi Ketahanan Pangan Kodim 0312/Padang Komandan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *