Home / ---- / EFORIA TIMSES IP-NA, “ALEK NAGARI” DIKEMAS SEBAGAI “PERAYAAN KEMENANGAN”

EFORIA TIMSES IP-NA, “ALEK NAGARI” DIKEMAS SEBAGAI “PERAYAAN KEMENANGAN”

PADANG (LN)—Acara Alek Nagari Pauh IX Kuranji, Bertemakan “Biduak lalu Kiambang Batawik” yang diselenggarakan Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN), Sabtu malam (21/2), Dinilai sebahagian warga hanya eforia belaka dan untuk berbagga hati, karena sudah berhasil memenangkan pasangan calon Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar priode 2016-2021.

Pada acara itu, terkesan untuk menarik perhatian public dan pejabat di lingkungan Pemprov. Sumbar dan Pemko Padang, secara tidak langsung menyatakan FKAN memiliki kekuatan politik yang mampu memenangkan setiap calon yang diusungnya.

Hal ini sudah terbukti, dan sebagai tolak ukur pertama saat Pilkada kota Padang tahun 2014 lalu. Yangmana FKAN berhasil memenangkan pasangan Mahyeldi Ansharullah-Emzalmi menjadi Walikota-Wakil walikota Padang. Sekarang, keberhasilan tersebut kembali terulang. Sungguh hebat bukan?

Sebagaimana dikatakan salah seorang panitia, “Acara ini termasuk istimewa, karena dihadiri langsung oleh Gubernur-wakil Gubernur Sumbar serta Walikota-Wakil walikota Padang serta pejabat yang ada di lingkungan pemprov Sumbar dan kota Padang, dan bahkan hampir keseluruhan pejabat ikut bergabung pada malam syukuran ini”.

“Perlu diketahui, Tidak mudah untuk bisa menghadirkan Gubernur, wakil Gubernur, walikota dan wakil walikota secara sekaligus pada sebuah acara. Tapi pada acara ini semua hadir, meskipun wakil gubernur ada acara ditempat lain, namun tetap menyempatkan diri untuk bisa datang ke acara ini”, ucapnya bangga.

Disisi lain, salah seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan, panggil saja Mr.X ketika dijumpai media ini disela acara Alek Nagari Pauh IX Kuranji, Sabtu malam (21/2) mengatakan, Acara ini hanya eforia belaka, bangga karena sudah memenangkan pasangan IP-NA menjadi Gubernur–wakil gubernur Sumbar, serta pasangan Mahyeldi-Emzalmi menjadi Wako-Wawako Padang pada Pilkada lalu.

Ironinya, setelah berhasil menghantarkan calon menjadi kepala daerah, berangsur mulai menagih janji meminta Konpensasi atas usaha, upaya yang sudah dilakukan.

Sebagaimana terjadi, terciumnya “aroma busuk”, salah seorang oknum Timses mulai menggeluarkan jurus-jurusnya, merangkak dan menggerogoti proyek-proyek yang ada di pemerintahan.

Seperti pada proyek Pembangunan Pasar Inpres II Padang, diduga proyek tersebut beraroma “konspirasi dan adanya campur tangan” salah seorang timses untuk memenangkannya, ungkapnya.

Dari pantauan media ini, Selain tokoh masyarakat Kuranji, KAN, ninik mamak, bundo kaduang, hadir beberapa pejabat Pemprov Sumbar dan Kota Padang. (TIM)

Check Also

TdS Etape.I Finish di Padang Mendapat Sambutan Meriah, Pembalap Jerman Tampil Sebagai Pemenang

PADANG (LN)–Balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2017 etape pertama dari Istano Basa Pagaruyung, Tanah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *