Home / ---- / Erisman Bangun Hotel Nuansa Syari’ah “d’Dhave Hotel”

Erisman Bangun Hotel Nuansa Syari’ah “d’Dhave Hotel”

PADANG (LN) —Erisman Chaniago yang saat ini tengah diguncang berbagai konflik malah membuktikan keseriusannya di bidang bisnis. Ketua DPRD Kota Padang ini mulai mengepakkan sayapnya dengan membuka bisnis baru di bidang perhotelan, d’Dhave Hotel Good Sleep Good Business itulah sebutan hotel kedua Erisman yang beralamat di Jalan Berok Raya, Jembatan Lama No. 8 Siteba Kota Padang.

Hotel yang memiliki konsep dan nuansa syariah ini berhadapan langsung dengan sungai yang bersih dan indah, dan juga di kelilingi oleh pemandangan nuansa pepohonan yang rindang, kemudian jauh dari kesibukan aktifitas kota. Selain itu, d’Dhave hotel akan merancang taman bermain air yang dirasa aman untuk wisata keluarga.

Erisman mengatakan sebelum masuk ke kancah politik latar pekerjaannya merupakan seorang pembisnis. Dengan bergelut di bidang bisnis Erisman bisa membuktikan bahwa kemampuannya dalam manajerial memang kuat. Lain halnya jika dalam dunia politik yang dirasa masih sangat dangkal.

“Sebelum masuk ke dunia politik baground saya adalah seorang bisnisman. Mulai dari bisnis kebab,yang allhamdulillah usaha kebab yang saya dinamai kebab Dara bisa membuat saya mengembangkan bisnis saya di bidang lainnya, yakni  pakaian muslim, sampai pada perhotelan. Selain bisnis, saya juga suka berorganisasi, dari organisasi kita bisa menjalin kerjasama dengan pihak lainnya,”katanya.

Erisman menambahkan “d’Dhave Hotel menyajikan kamar yang luas, interior bernuansa modern dan tradisional dilengkapi dengan LED TV dan AC. Hotel kedua ini memiliki 39 kamar yang terdiri dari 3 kamar sweet room,36 kamar Delux ditambah ruang metting dengan kapasitas untuk 50 orang,dengan tarif yang terjangkau,”tungkasnya.

Kemudian juga disampaikan dirinya juga akan mendorong pemerintah untuk segera untuk kembali merealisasikan sebuah ruang terbuka hijau (RTH) di kota Padang,yakni adalah kawasan Malvinas yang berada di dekat lokasi hotel ini.

Dikataan saat ini kawasan Malvinas digunakan sebagai pemukiman, kebun, dan lahan pertanian lainnya, bangunan berupa perumahan yang terdapat didalamnya merupakan bangunan liar dan tidak memiliki IMB, sebagian besar bangunan tersebut digunakan sebagai pondok ladang dan tidak ditempati secara tetap.

Kawasan Malvinas dengan luas 24 ha memiliki potensi lahan yang cukup baik jika dialihfungsikan sebagai RTH atau bentuk lain,apalagi sekarang dikawasan ini makin berkembang  memiliki akses transportasi yang memadai, dan jika dilakukan pengembangan dan pengelolaan kawasan dengan baik akan sangat berpotensi untuk kawasan wisata, katanya.

Dengan alasan diatas, sangat perlu untuk membuat sebuah wahana pendidikan alam yang sekaligus berfungsi sebagai tempat wisata ataupun sebuah ruang terbuka hijau di kota Padang, selain akan menjadi alternatif baru untuk tempat wisata,tempat olah raga dan pendidikan juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi kota Padang,”pungkasnya. (Aad)

Check Also

Kendaraan Berstiker Khusus untuk Penumpang NON MUDIK LEBARAN 

Padang (LN)—Kementerian Perhubungan menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi selama masa peniadaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *