Home / ---- / Firdaus Ilyas: “Mahasiswa Lontar Kata-kata Kotor, Petugas Ambil Tindakan”

Firdaus Ilyas: “Mahasiswa Lontar Kata-kata Kotor, Petugas Ambil Tindakan”

PADANG (LN)— Dalam pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap mahasiswa di Tugu Gempa beberapa waktu yang lalu,  tidak ada cara kekerasan dan Anarkis, namun petugas Lakukan Pemeriksaan dengan cara yang humanis terlebih dahulu, beberapadari pengunjung tidak berkenan di periksa, termasuk seorang pedagang yang katanya istri TNI, tutur Kasat Pol PP Kota Firdaus Ilyas (28/3).

Beberapa mahasiswa di lokasi tersebut memancing kemarahan dari petugas Pol PP saat melakukan pemeriksaan, mereka melontarkan kata kata kotor”Anjing” kepada petugas Satpol PP Kota Padang.Kata kata tersebut memancing kemarahan sebagian petugas dari Satpol PP dan berujung terjadinya bentrokan antar Mahasiswa dengan petugas Satpol PP Kota Padang, petugas tidak tinggal diam dan lansung menangkap dan melakukan tindakan yang diduga sebagai provokator yang bernama Gianesa (Mahasiswa-red), Mahasiswa tersebut diamankan sesuai dengan perintah perwira Satpol PP Kota Padang (Kasi Lidik dan Kanit Intel).

Sesampai di Mako POL PP Kota Padang, Gianesa lansung di amankan di ruangan PPNS untuk melakukan pembinaan, dalam wakrtu yang bersamaan pada kamis (24/3), di depan mako POL PP kota padang telah menunggu sebanyak 15 orang dan juga 1 orang Advokat Asrul Aziz Sigalingging  yang mengaku sebagai pendamping dari Gianesa.

Advokad tersebut ngotot ingin melakukan pendampingan terhadap Gianeha, namun petugas dari pos penjagaan tidak mengizinkan Asrul (Advokat-red) karena Gianesa (mahasiswa-red) lagi dalam tahap pembinaan, akan tetapi Mahasiswa dan juga Advokad tersebut tetap memaksakan diri untuk masuk dalam melakukan pendampingan kepada Gianesa sehingga terjadilah saling dorong antara petugas dengan Mahasiswa di Mako Pol PP Padang.

Situasi yang terjadi di Mako Pol PP Kota Padang saat itu sangat tidak kondusif, Petugas Pol PP Kota Padang lansung mengambil tindakan, menahan yang bernama  Arya (Mahasiswa-Red) yang diduga menjadi provokator sehingga menyebabkan kondisi di Mako Pol PP Kota Padang pada saat itu tidak kondusif.

Kondisi pada saat itu semakin tidak terkendali dan juga tidak kondusif, Koordinator Operasi Satpol PP Kota Padang menemui Asrul Aziz Sigalingging dan mengajak untuk membicarakannya di dalam kantor, namun pada saat itu Aziz (Advokat-red) menolak sambil mencak mencak, kemudian provost memaksa masuk Asrul Aziz dan petugas menahan Kartu Anggota Peradi kemudian petugas mengizinkan Asrul Aziz untuk melihat kondisi dari Gianeha pada saat itu lagi dalam tahap pembinaan.(Aad)

Check Also

Peringatan Hari Tata Ruang dan Hari Bakti PU ke-74, Wagub Sumbar : Kab/Kota harus Selesaikan RTRW dan RDTR

Padang (LN)—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong untuk segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *