Home / ---- / Gaduh, Wabup 50 Kota Lakukan Pelantikan Pejabat Tanpa Baperjakat

Gaduh, Wabup 50 Kota Lakukan Pelantikan Pejabat Tanpa Baperjakat

SARILAMAK (LN)–-Pemerintahan di Limapuluh Kota tengah gaduh, akibat pelantikan sejumlah pejabat eselone II secara mendadak oleh Wabup Ferizal Ridwan, Jumat (18/8).

Pelantikan dilakukan tanpa melalui sidang baperjakat serta tanpa adanya restu dari Bupati, karena rotasi jabatan dilakukan saat Bupati Irfendi Arbi menunaikan ibadah haji.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah Limapuluh Kota Aneta Budi Putra yang jabatannya ikut diganti oleh Wabup merasa kaget.

Dikatakannya, “Pelantikan tanpa adanya sidang Baperjakat karena menurut aturannya, jika ada rencana mutasi di lingkungan pemerintah daerah, harus melibatkan Baperjakat.

“Sepengetahuan saya selaku Plt. Kepala BKD, tidak ada usulan kegiatan mutasi di lingkungan pemkab setempat,” paparnya.

Pengganti Aneta Budi, yakni Deswan Putra yang sebelumnya sebagai Kepala Badan Penyuluhan (BP4K). Belakangan, BP4K ini dibubarkan.

Wabup juga melantik M Khalid, yang sebelumnya Kadis Kehutanan, menjadi Kepala Dinas Holtikultura (Pertanian). Khalid ini, menggantikan posisi Plt Kadis Pertanian Eki Hari Purnama.

Wabup juga mengumumkan, pengembalian jabatan Yendri Thomas yang beberapa bulan lalu dicopot Bupati Irfendi Arbi, sebagai Sekdakab. Plt Sekdakab M Yunus mengaku, sebagai pejabat Sekda, dia tidak pernah diundang mengikuti sidang Baperjakat.

“Tidak ada,” kata Yunus, ditemui Singgalang sore kemarin. Yunus menyebut, statusnya sebagai Plt diperkuat dengan SK Gubernur Sumatera Barat.

“Saya diamanahkan menjadi Plt, oleh pak Bupati,” sebut dia. Yunus mengaku, belum menerima surat dari Gubernur, soal pengangkatan Sekdakab.

Berbeda dengan Khalid dan Deswan Putra yang diambil sumpah jabatannya oleh Wabup Ferizal Ridwan, Yendri Tomas menurut Wabup, tidak dilantik dan tidak diambil sumpahnya, karena dia hanya ingin mengembalikan posisi pejabat nonjob tersebut.

“Tugas terberat ke depan adalah meluruskan kebijakan yang salah dan melanggar aturan. Karena kebijakan pengangkatan sejumlah pejabat termasuk mempelaksanatugaskan (Plt) pejabat, termasuk menonjobkan pejabat, menurut aturan, itu tindakan yang salah dilakukan Bupati. Saya hanya berusaha meluruskan sesuai aturan,” tegas Ferizal Ridwan.

Ferizal Ridwan juga meminta agar pejabat bekerja profesional dalam membuat kebijakan. “Kebijakan untuk melantik pejabat di lingkungan pemkab Limapuluh Kota ini akan berlanjut beberapa hari kedepan. Jika Bupati pulang kita harap dia bisa melihat kondisi yang baik ini,” harap Ferizal Ridwan.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Irfendi Arbi di hadapan ASN, Wabup Ferizal Ridwan, Ketua DPRD dan Forkompinda dalam acara Peringatan Hari Koperasi dan Anti Narkoba di IKK Sarilamak, meminta tidak ada pelantikan.

Dalam surat yang diteken Bupati Irfendi Arbi, di poin kedua ditegaskan, Plt Bupati tidak boleh menjalankan kebijakan yang sifatnya penting seperti halnya mutasi.

#bayu/sgglg

Check Also

Yadrison : Pol. PP Padang Sita 11 Dus Miras, Penjual Dikenakan Sanksi Tepiring

PADANG (LN)–Satuan polisi pamong praja kota padang pada sabtu malam sekitar pukul 23.12 wib (16/9) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *