Home / ---- / Gubernur Sumbar : Humas Garda Terdepan Menyampaikan Kegiatan Kepala Daerah dan Instansi

Gubernur Sumbar : Humas Garda Terdepan Menyampaikan Kegiatan Kepala Daerah dan Instansi

PADANG (LN)–Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan bagian humas merupakan garda terdepan untuk menyampaikan beragam kegiatan kepala daerah dan instansi kepada masyarakat supaya diketahui.

“Humas penyambung lidah pimpinan, sekarang jadi persoalan ada ketentuan akan digabungkan dengan struktural Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), hal ini akan berdampak terhadap kewenangan humas,” kata Irwan Prayitno saat membuka pertemuan Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) kabupaten/kota, instansi provinsi dan lembaga vertikal di Sumatera Barat, Senin (19/9/2016)

Pertemuan Bakohumas 2016, sebagai wadah mempererat silaturrahmi kehumasan daerah mengangkat tema “Produktifitas Penyebaran Informasi Pembangunan” dengan pemateri Plt. Kepala Biro Humasprov dan Plt Kepala Biro Sumbar, Siri Antoni yang dimoderatori oleh Kabag Penerangan Humasprov Zardi Syharir.

Menurut dia, bagi di kabupaten/kota yang sudah bergabung dengan Diskominfo semoga tidak mengganggu peran dan fungsi humas dalam pelaksanaan tugas. Sebab, bagian humas harus dekat dengan pimpinan karena penyambung lindah pimpinan pilihan rakyat, maka sebaik tergabung di sekretariat.

Ia mengatakan, masyarakat ingin tahu terhadap apa yang dikerjakan dan diperbuat oleh pimpinan yang dipilih mereka atau memang tidak bekerja. Masyarakat punya harapan terhadap pemimpin yang dipilih dapat berbuat untuk kepentingan bersama atau memang tidak bisa bekerja.

“Kita sudah berkerja dengan kegiatan banyak siang dan terkadang malam, tapi kalau tidak disampaikan humas ke media tentu tidak tahu oleh masyarakat,” tegasnya.

Jadi, sebagai juru bicara pemerintah daerah atau instansi tentu orang-orang di humas harus punya kemampuan untuk menyajikan kegiatan pimpinan tersebut. Kemudian, humas sebagai ujung tombak harus mampu dan mau membuka informasi sebagaimana diamanatkan undang-undang keterbukaan informasi publik.

Misalnya, informasi tentang pembahasan APBD, setelah diketok palu harus dimuat pada website daerah sehingga masyarakat dapat melihat dan mengetahuinya. Selain itu, tambah Irwan, begitu pula dengan proses seleksi terhadap pejabat bisa dipublikasi mulai dari prosesnya sampai siapa yang lulus.

Namun, tidak elok kalau mempublikasikan kenapa pejabat A atau B tak lulus seleksi, karena membuka kelemahan orang lain. “Siapa orangnya tak ingin kelemahannya dipublikasikan, maka informasi demikian tak perlu dipublikasi dan diharapkan kalangan wartawan memahami kondisi tersebut,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan, humas harus berkerja dalam mempublikasikan pimpinan atau kepala daerah dan instansi harus apa adanya jangan dilebih-lebihkan atau dibalikan fakta. Terkait, hal demikian tidak baik karena sekali atau dua kali mungkin tidak diketahui, namun lama kelamaan bisa saja orang tahu.

Justru itu, sampaikan saja kegiatan rutin pimpinan apa adanya supaya tidak dinilai tak berbuat untuk kepentingan masyarakat. “Kalau tidak diekspose bisa saja muncul penilaian tak bekerja. Padahal sudah membangun, tapi karena kurang publikasi dikatakan tak berbuat. Aparatur humas semoga berkerja dengan sungguh-sungguh dan serius serta tingkatkan kinerja,” katanya.

Pertemuan Bakohumas, dihadiri humas kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan tenaga PPID tingkat SKPD dilingkungan provinsi (*)

Check Also

Wagub Sumbar Tinjau Kesiapan RSAM Bukittinggi dalam Penanganan Covid-19

Bukittinggi (LN)—Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau kesiapan sarana dan prasarana Rumah Sakit Ahmad Muchtar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *