Home / ---- / Harga Daging Terkendali, Stok Hingga Lebaran Aman, Sumbar Cadangkan 10 Ribu Ton

Harga Daging Terkendali, Stok Hingga Lebaran Aman, Sumbar Cadangkan 10 Ribu Ton

irwan gubPadang (LN)–Gubernur Irwan Prayitno mengaku dilema dengan harga daging belakangan ini. Di satu sisi pemerintah ingin menekan harga daging mencapai Rp80 ribu/kg, di sisi lain juga harus menjaga usaha peternak sapi.

Kondisi itu disampaikannya, usai mengikuti safari Ramadhan di Masjid Aufubil Uqud, Kota Padang Panjang, Selasa Malam (7/6).

Di pasaran harga daging mencapai Rp120 ribu/kg, sedangkan Presiden Joko Widodo meminta harga daging Rp80 ribu/kg.

“Sebenarnya harga daging yang baik menguntungkan bagi masyarakat peternak sapi, di sisi lain masyarakat yang membutuhkan daging juga kesulitan,” ujarnya.

Menyikapi itu, Irwan mengaku pemerintah hanya ingin harga terkendali. Tidak terlalu murah, tidak pula terlalu mahal. “Sehingga kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengatur pengendaliannya ,”ujarnya.

Erinaldi1Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan stok daging Sumbar untuk Ramadhan dan lebaran aman. Sekarang Sumbar memiliki stok 10 ribu ton daging.

“Saat ini stok kita aman, karena sejumlah sapi siap potong sudah ada sekitar seribu ekor,”sebutnya.

Dikatakannya, jika diakumulasikan, kebutuhan daging Sumbar hanya sekitar 700 sampai 1.000 kg perhari. Jika dihitung berdasarkan jumlah ekor sapi, paling tidak hanya membutuhkan sekitar 10 ekor sapi/ hari.

“Kalau sapi potong minimal berat daging rata-rata lebih dari 100 kg/ekor,”ujarnya.

Dengan itu setidaknya dalam satu bulan hanya butuh sekitar 30 ekor sapi. Selain itu stok tersebut belum termasuk sapi ternak masyarakat yang dipelihara secara perorangan.

Diungkapkannya, jumlah sapi tersebut sudah terdata dengan pasti. Bahkan, sapi tersebut sudah diberi nomor di masing-masing kandang.

“Saat untuk di dalam klaster binaan Pemprov di Payakumbuh dan Limapu luh Kota saja sudah sekitar 1.500 ekor, terdiri dari 150 klaster, masing-masing klaster memiliki,10 ekor,”ungkapnya.

Selain ditambah dengan klaster lainnya seperti di Solok, Pessel dan Padang Pariaman. Dengan itu, kebutuhan daging Sumbar masih terpenuhi oleh produksi lokal.

“Itu belum masuk sapi yang berada dalam kebun sawit, kalau di kebun sawit nanti keluarnya pada lebaran haji,”ujarnya. (104)

Check Also

PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020, Hanya Bukittinggi News Normal

Padang (LN)—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga 7 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *