Home / ---- / Harga Tawaran Turun Lebih 20 Persen dari HPS, Mutu dan Kwalitas Pekerjaan Diragukan

Harga Tawaran Turun Lebih 20 Persen dari HPS, Mutu dan Kwalitas Pekerjaan Diragukan

Harga Perkiraan Sementara (HPS) merupakan harga tertinggi yang diberikan pemerintah dalam melaksanakan sebuah kegiatan.

Dan untuk menetapkan HPS kegiatan, pemerintah sudah menghitung seluruh biaya yang ada. Tujuannya agar kegiatan tersebut dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.

Dalam HPS itu sudah “include” diantaranya keuntungan atas pembelian barang dan upah (15%}, pajak (12%) serta ditambah overhead (15%).

Dan sisanya (58%) untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Seperti yang terlihat pada lelang pengadaan barang dan jasa. Disitu, dicantumkan HPS untuk ditawar oleh pihak ketiga (rekanan).

Pada proses lelang terjadinya persaingan tawar menawar harga.

Bahkan ada yang nekat, menawar turun hingga 20% dari HPS dengan harapan paket pekerjaan tersebut bisa didapatinya.

Nilai tawaran yang turun hingga  20% itu, termasuk penawaran dengan katagori tidak wajar.

Artinya, keuntungan yang didapatkan dari pelaksanaan kegiatan itu sekitar 10%”.

Ditambah lagi, biaya tak terduga lainnya sekitar 7% diantaranya seperti uang adat, pemuda dan sebagainya sehingga keutungan yang tersisa hanyalah 3%.

Dengan kondisi seperti itu, sangat naif bisa  memberikan kwalitas dan mutu pekerjaan secara maksimal.

Karena, keuntungan yang didapatkan tidak wajar itu,  akan menjadi pemicu  rekanan untuk berbuat kecurangan, seperti memainkan spek ataupun lainnya.

Ditambah lagi, lemahnya pengawasan semakin membuka celah untuk terjadinya hal tersebut.

Dalam hal ini, Unit pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) selaku  panitia lelang memilik peranan penting.

Dalam menetapkan pemenang tender, seyogyanya UKPBJ (Pokja)  mempertimbangkan harga penawaran tersebut.

Harga penawaran terendah tidak menjadi patokan, namun nilai kewajaran harga jauh lebih penting demi tercapainya mutu dan kwalitas pekerjaan sebagaimana yang diharapkan.

 

Penulis :

Pemerhati pembangunan Sumbar dan pimpinan Redaksi Media Laksus News  (Fitrahtul Hayat)

 

Check Also

Nasrul Abit Berikan Solusi Bagi Masyarakat Petani Mentawai, Kembangkan Komoditas Unggulan dengan Teknologi

Tuapejat (LN)— Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya kaya dengan hasil lautnya, tapi juga kaya dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *