Home / ---- / Hasil Laboratorium Terbukti Sungai Nabuan Tercemar, Diduga DLH Dharmasraya “Main mata” dengan PT. SMP

Hasil Laboratorium Terbukti Sungai Nabuan Tercemar, Diduga DLH Dharmasraya “Main mata” dengan PT. SMP

Melanjutkan kembali berita sebelumnya berjudul “Terbukti Cemari Sungai Nabuan dan Likian, DLH Dharmasraya akan Tindak Tegas PT. SMP

Pada berita sebelumnya, secara tegas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya sudah menyatakan sikap, akan menindak PT. PT. Slago Makmur Plantation (SMP) apabila terbukti melakukan pencemaran terhadap Sungai Nabuan.

Hal itu disampaikan salah seorang petugas DLH Dharmasraya ketika pengambilan sample air sungai Nabuan yang tercemar untuk diperiksa ke laboratorium yang disaksikan oleh masyarakat.  

DHARMASRAYA (LN)–Setelah sekian lama menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, akhirnya didapatkan bahwa air sungai Nabuan sudah tercemar karena melebihi baku mutu TSS.50 (hasil analisa 231).

Anehnya, meskipun hasil laboratorium sudah menyatakan sungai Nabuan tercemar, diduga kuat karena pembuangan limbah PT. SMP ke aliran sungai Nabuan, tapi Kepala DLH Dharmasraya, Erina malah bersikap acuh tak acuh dan mungkir dari tanggungjawab.

Terindikasi, Kepala DLH Dharmasraya sudah “Bermain mata” dengan PT. SMP. Kuat dugaan, Erina sudah menerima “upeti” dari PT. SMP. 

Buktinya, Surat teguran yang pernah dilayangkan DLH Dharmasraya kepada PT. SMP terkait adanya temuan pengolahan abu boiler, penanaman pohon kelapa sawit di bahu sungai beberapa bulan lalu, hingga saat ini tidak jelas dan hilang ditengah jalan.

Kadis DLH Kab. Dharmasraya Erina saat dikonfirmasi media ini beberapa hari lalu mengatakan, “Selama 8 bln saya tugas disini tidak pernah melakukan teguran atau menerima laporan sebelumnya”

Anehnya, apa yang disampaikan Erima berbeda dengan sebenarnya. Dari surat Dinas DLH Dharmasraya tertanggal 20 april 2017 yang di tandatangani langsung oleh kadis DLH Dharmasraya Erina berisi 

Yang menyatakan pihak DLH Dharmasraya melakukan tindak lanjut terhadap pelanggaran yang di lakukan PT. SMP Faktanya di lapangan tindak lanjut laporan dari DLH tidak di laksanakan PT. SMP.

Sedangkan aturan menegaskan Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Pasal 60 UU PPLH: Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Dan terkait dengan kasus pelanggaran wilayah tanam ini juga ѕeharuѕ nya sudah di tindaklanjuti berikutnya oleh pihak DLH dan istansi terkait lainnya.

ĸarna mengacu Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 32 tahun 1990 area sepadan sungai tidak boleh ada aktivitas, baik pemukiman, perkebunan, industri dan lainnya. “Bagi sungai kecil, batas sepadan sungai adalah 50 meter ѕementara bagi sungai besar, batas sepadannya adalah 100 meter,

Spertinya permasalahan ini tidak ada tindak lanjut berikutnya dari pihak DLH, dan kadis DLH Dharmasraya, Erina saja sudah lupa adanya teguran tindaklanjut pada 20 april 2017 tersebut.

(Tim)

Check Also

Berikan Pelayanan Maksimal Kepada Masyarakat, Gedung Penyuluhan KB Kec. Padang Utara Dibangun

PADANG (LN)—Kantor camat Padang Utara kini semakin lengkap dengan dibangunannya gedung penyuluhan Keluarga Berencana (KB). …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *