Home / Pendidikan dan Kebudayaan / Instansi Terkait Perlu Turun Tangan: SMP Negeri 6 Sutera, Butuh Perhatian Serius

Instansi Terkait Perlu Turun Tangan: SMP Negeri 6 Sutera, Butuh Perhatian Serius

Kab. Pessel(LN)– Sarana Penunjang proses belajar mengajar diantaranya; Ruang Belajar, Mobiler, Alat Peraga, Komputer, Alat pratek Serta ruang labor, Ruang Pustaka dan Buku Bacaan dan Sarana Pendukung Menajemen sekolah, seperti kantor kepala sekolah dan tata usaha serta peralatan pendukung lainnya.

Adanya kelengkapan Sarana pendukung demi terciptanya proses belajar mengajar yang nyaman, kondusif. Sekolah akan lebih mampu memiliki konsep yang relevan dalam peningkatan mutu dalam target pencapaian hasil lulusan siswa. Jika sebaliknya sarana penunjang proses PBM masih minim jauh dari layak, maka dalam proses pembelajaran bakal berjalan kurang dan berimbas kepada kurang efektifnya peningkatan target serta mutu, yang berujung kepada kurang berkwalitasnya hasil kelulusan.

Memang pemerintah terus mencanangkan proggram alokasi anggaran perbaikan sarana dan prasarana setiap tahunnya, dengan menggelontorkan dana yang cukup besar, namun tingkat kebutuhan sekolah belum terpenuhi secara menyeluruh. Nyatanya yang terjadi saat ini di SMPN 6 Sutera yang terletak di Nagari Langgai Kecamatan Sutera, sekolah ini masih minim dari sarana PBM dan jauh dari kata layak.

Sekolah yang berjarak tempuh lebih kurang 35 km dari pusat Kecamatan dan jalan menuju lokasi sekolah 10 Km jalan beraspal dan sisanya berkerekel. Jika hujan turun saat melakukan perjalanan menuju sekolah ini, sangat beresiko tinggi, Karena sewaktu-waktu kecelakaan selalu mengintai. Pasalnya kondisi daerah ini masih sangat tertinggal dan jauh dari pembangunan serta akses jalan, sehingga tanpa disadari hal ini berdampak bagi kemajuan SMPN 6 Sutera kedepannya.

Sementara Kondisi sarana dan prasarana PBM saat dipantau langsung oleh Tim Wahana Media ke lokasi sekolah, didampingi Salah satu Pengawas Senior dari Dinas Pendidikan Kab. Pessel, Yandes Amrianal, M.Pd., M.Si Rabu (13/01), Terlihat Sungguh Sangat ironis dan memprihatinkan keadaannya, Semua Serba Darurat.

Sejak sekolah ini berdiri pada Tahun 2008 silam, hingga kini belum tersentuh oleh bantuan apapun. Hal ini Semakin Parah Keadaannya manakala Wahana Media Mencoba Melongok ke setiap Rombel yang ada.

Dari 6 Rombel yang dimiliki sekolah ini, hanya 3 lokal yang permanen. Sementara 3 Lokal lagi, Pihak Sekolah bersama Masyarakat sekitar terpaksa membangun lokal darurat dan satu ruang pustaka, plus kantor kepala sekolah berdinding papan dengan lantai seadanya.

Kepala SMPN 6 Sutera, Yon Primai, S.Pd Kepada Wahana Media mengatakan, Keadaan sekolahnya sangat perlu dibantu dan diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan setempat, karena kondisinya serba kekurangan. Setidak-tidaknya berupa 3 RKB, 1 Unit Pustaka, ruang Labor, Kantor dan TU.

“Kami Sangat Berharap Adanya Perhatian yang lebih Melalui Bantuan dari Pemkab dan Dinas Pendidikan Kab. Pessel. Kebutuhan yang sangat mendesak untuk saat ini Seperti; 3 RKB, 1 Unit Pustaka, ruang Labor, Kantor dan TU. Mengingat Jumlah Siswa Saat ini Sebanyak 126 orang yang kami tempatkan pada 6 rombel, Namun Lokal yang Layak hanya 3”, sebut Yon Primai berkeluh-kesah.

Secara Terpisah, Yandes Ambrianal, M.Pd. MSi yang dimintai komentarnya oleh Wahana Media menyangkut kondisi yang tengah dialami oleh SMPN 6 Sutera yang terlihat sangat memprihatinkan tersebut, Mengaku Bahwa SMPN 6 Sutera adalah bagian dari sekolah yang dibinanya. Namun Tampaknya Dia Tak Mampu Berbuat banyak dengan keadaan tersebut.

“Saat di hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang kemarin, saya turun ke lokasi sekolah tersebut, guna memantau tingkat kedisplinan guru dan minat siswa bersekolah. Nyatanya, cukup tinggi persentase dari kehadiran sebesar 98%. Apresiasinya dari Guru dan Siswa Terlihat sangat bagus. Meski SMPN 6 Sutera letaknya sangat jauh dari pusat Kecamatan”, urai Yandes. (Dani)
sumber:wahamedia

Check Also

Disdik Sumbar Lalai, Terindikasi Dana Kelebihan Bayar TPG 2017 Senilai Rp628 Juta masih “Kabur”

Padang (LN)—Dinas Pendidikan Sumbar telah lalai, lamban tidak profesional dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Akibatnya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *