Home / ---- / Kadisperindag Padang, Endrizal : Membangun Infrastruktur Perdagangan, Perlu Pendekatan Persuasif

Kadisperindag Padang, Endrizal : Membangun Infrastruktur Perdagangan, Perlu Pendekatan Persuasif

PADANG (LN)–Dinas Perdagangan (Perindag) Kota Padang secara berkesinambungan dan bertahap melakukan penataan sarana infrastruktur perdagangan yang ada di kota Padang.

Dalam menjalankan tugas itu, perlu adanya pola metode seperti melakukan pendekatan persuasif secara berkelanjutan kepada masyarakat pedagang.

Pembangun Pasar Raya Padang serta pasar pembantu lainnya sebagai salah satu upaya mewujudkan pusat perdagangan respentatif serta destinasi wisata bagi ibukota Provinsi Sumatera Barat, papar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal saat jumpa pers di ruang media center Balaikota Padang, Rabu (4/4).

“Sebagaimana 10 (sepuluh) program unggulan (Progul) Walikota  dan Wakil Walikota Padang, yakni mewujudkan Kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya” jelas Endrizal.

Dari 10 Progul itu, mewujudkan pembangun Pasar Raya Padang dalam jangka waktu 2 tahun serta revitalisasi pasar-pasar pembantu.

Selanjutnya, mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan. Selanjutnya juga merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.

Endrizal menyebutkan, adapun beberapa upaya yang dilakukan pihaknya dalam penataan sarana perdagangan sejauh ini antara lain, menjadikan 10 Progul pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2014-2019. Lalu membina sumber daya manusia (SDM) atau personil Dinas Perdagangan secara fisik dan mental, sekaligusmeningkatkan sistem dan jejaring usaha perdagangan serta berupaya mendapatkan dana CsR seperti dari Bank Danamon, Pegadaian, Bank Nagari, BNI dan BRI.

Kemudian itu tambahnya lagi, memperbanyak kerjasama dengan pihak ketiga untuk pembangunan lanjutan Sentral Pasar Raya (SPR), terminal dan gedung parkir serta fase 1-7, mencarikan solusi pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dalam penataan melalui pola persuasif berkelanjutan. Kemudian meningkatkan fungsi koordinasi dengan OPD terkait dalam penataan kawasan pasar dan menjaga barang pokok, pengawasan berkelanjutan dan peningkatan pelayanan dan pengawasan kemetrologian.

“Kita sama-sama melihat bagaimana kondisi Pasar Raya Padang pasca gempa 30 September 2009 lalu. Akibat beberapa bangunan yang roboh sebagian besar pedagang pun memilih berjualan di luar pasar dan menjadikan seluruh jalan di pasar sebagai tempat berdagang sehingga menyebabkan kesemrawutan. Namun kita bersyukur, seiring berjalannya waktu, secara berangsur semuanya mampu ditata dan dibenahi secara baik hingga saat ini,” ungkapnya.

Sejak beberapa tahun belakangan, geliat Pasar Raya Padang memang terlihat seakan muncul lagi. Di samping proses penataan pedagang, pembangunan pun juga tengah berlangsung pesat. Bahkan pembangunan Pasar Raya Blok II, III dan IV sebagai pusat perbelanjaan pun dapat dilanjutkan dan diselesaikan secara baik. Tak hanya itu, berbagai inovasi pun juga muncul.demi menggairahkan kembali suasana pasar tradisional yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kota Padang itu. Salah satu diantaranya pembuatan Kapal Kuliner di kawasan Air Mancur, Taman Kuliner di halaman Fase VII, menyediakan kuliner malam di Simpang Kandang serta masih banyak lainnya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur upaya yang dilakukan sejauh ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal itu tidak terlepas dari dukungan OPD terkait, stakeholder terutama kerjsama dan hubungan baik bersama para pedagang,” tukuknya mengakhiri.

(*)

Check Also

Pjs. Wako Padang Bersama Kapolda Sumbar Komit Tingkatkan Sinergitas dan Netralitas Pilkada Serentak

Padang (LN)–Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengikuti Upacara Gabungan antara TNI, Polri dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *