Home / ---- / Kasus Korupsi Massal DPRD Kota Malang, Didominasi Fraksi PDIP

Kasus Korupsi Massal DPRD Kota Malang, Didominasi Fraksi PDIP

Malang (LN)–Kasus korupsi massal yang menjerat 43 orang DPRD Kota Malang, didominasi anggota Fraksi PDIP.

Dari 11 kader PDIP yang duduki di kursi wakil rakyat, 9 orang diantaranya menjadi tersangka pada kasus korupsi suap dan gratifikasi pengesahan RAPBD-P kota Malang tahun 2015.

Selanjutnya, ditempati PKB, Demokrat dan Golkar. Masing-masing 5 kadernya ditetapkan tersangka, sebagian sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

DPRD Kota Malang memiliki 45 kursi. Dari hasil Pemilu 2014, PDIP memiliki kursi mutlak yakni sebanyak 11 kursi dan mendapatkan jatah Ketua DPRD. PKB dengan 6 kursi menduduki peringkat kedua, disusul Partai Golkar dan Demokrat masing-masing 5 kursi, PAN dan Gerindra yang memiliki masing-masing empat kursi, PKS, PPP, dan Hanura masing-masing tiga kursi, serta Partai NasDem satu kursi.

Hari ini, PDIP mengajukan surat pergantian antar waktu (PAW) untuk empat kadernya yang menjabat anggota DPRD Kota Malang. Satu dari empat orang itu adalah Arief Wicaksono mantan Ketua DPRD yang sudah divonis 5 tahun penjara atas suap pembahasan APBD-perubahan tahun 2015.

Tiga lainnya adalah Abdul Hakim, Suprapto, serta Tri Yudiani yang berstatus terdakwa dengan kasus yang sama. Lima anggota Fraksi PDIP lain menyusul sebagai tersangka baru, mereka Hadi Susanto, Diana Yanti, Erni Farida, Arif Hermanto, Teguh Mulyono.

“Hari ini kami ajukan surat PAW, untuk empat anggota dewan dari PDIP, mereka Arief Wicaksono, Abdul Hakim, Suprapto, dan Tri Yudiani. Untuk lima orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka, masih dalam proses, tetapi mereka sudah mengajukan untuk mengundurkan diri,” terang Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Rian pada wartawan di DPRD Kota Malang Jalan Tugu, Selasa (4/9/2018).

Made mengajukan surat PAW kepada Sekretariat DPRD Kota Malang. Pihaknya berharap proses PAW segera bisa cepat terselesaikan. “Kami ajukan kepada sekwan, prosedurnya 21 hari kerja dari sejak diajukan surat PAW akan keluar,” tandas Made.

Dua anggota Fraksi PDIP di DPRD Kota Malang, kini menjadi bagian dari 5 anggota DPRD yang tak tersangkut korupsi massal. Mereka adalah Priyatmoko Oetomo dan Tutuk Hariyani. Kabar diterima detikcom, keduanya kini dalam kondisi sakit, sehingga tak terlihat datang menunaikan tugasnya di DPRD Kota Malang.

KPK baru saja menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Ke-22 orang ini diduga merima uang Rp 12,5-Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton, yang juga telah menjadi tersangka. Duit itu diduga diberikan Anton terkait pengesahan RAPBD-P kota Malang tahun 2015.

Berikut identitas 41 wakil rakyat yang korupsi massal termasuk asal partai politik (parpol):

PDIP (9) M Arief Wicaksono, Suprapto, Abdul Hakim, Tri Yudiani, Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Diana Yanti, Hadi Susanto, Erni Farida

Golkar (5) Bambang Sumarto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Choeroel Anwar, Ribut Harianto

PKB (5) Zainuddin, Sahrawi, Imam Fauzi, Abdulrachman, Mulyanto

Partai Gerindra (4) Salamet, Suparno Hadiwibowo, Een Ambarsari, Teguh Puji Wahyono

Partai Demokrat (5) Wiwik Hendri Astuti, Sulik Lestyowati, Hery Subiantono, Indra Tjahyono, Sony Yudiarto

PKS (5) Imam Ghozali, Bambang Triyoso, Sugianto, Afdhal Fauza, Choirul Amri

PAN (3) Mohan Katelu, Syaiful Rusdi, Harun Prasojo

PPP (3) Asia Iriani, Syamsul Fajrih, Heri Pudji Utami

Partai Hanura (2), Ya’qud Ananda Gudban

Partai NasDem (1), Mohammad Fadli

Check Also

Rapat Pleno Terbuka KPU Sumbar, Jumlah DPT Bertambah 76 Ribu

PADANG (LN)–Jumlah pemilih di Sumatera Barat pada Pemilu 2019 bertambah 76.242 orang. Sehingga total pemilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *