Home / ---- / “Kebocoran” Penjualan Karcis Bus Trans Padang, Terindikasi Ada “Kongkalingkong”

“Kebocoran” Penjualan Karcis Bus Trans Padang, Terindikasi Ada “Kongkalingkong”

Padang (LN)—Transportasi bus Trans Padang yang dikelola Dinas Perhubungan kota Padang, diprediksi akan mengalami kerugian di sepanjang tahun.

Anggaran yang disediakan untuk operasional bus tersebut tidak sebanding dengan pendapatan yang ada sehingga terjadi defisit pertahunnya.

Parahnya, tingkat kebocoran pada pengoperasian bus trans ini sanggat besar,  diperkirakan mencapai milyaran rupiah pertahunnya.

Serta aroma kongkalikong antara koperasi jasa sumatera trans (KJST) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang untuk menggerogoti keuangan negara sanggar kental.

Sebagaimana diketahui, Untuk operasional bus trans Padang ini, Pemko Padang sudah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp13 milyar melalui kegiatan Dinas Perhubungan (Dishub) kota Padang.

Sedangkan untuk pelaksanaannya diserahkan kepada pihak ketiga, melalui proses lelang ditunjuk Koperasi jasa Sumbar Trans (KJST), dengan harga terkoreksi sebesar Rp12.846.086.845.

Dari pengoperasian 25 bus trans Padang untuk TA.2019 itu, Dishub Padang dibebankan dengan target PAD sebesar RpRp10,452 milyar.

Jadi, walaupun target PAD tercapai 100 persen namun tetap terjadi defisit sekitar Rp2 milyar sampai Rp3 milyar pertahunnya.

Parahnya, Dalam pengoperasian bus trans Padang ini, tercium kebocoran yang cukup besar sehingga merugikan keuangan negara.

Penjualan karcis bus trans Padang tidak disetorkan sepenuhnya oleh pihak KJST.

Anehnya, kebocoran tetap saja terjadi meskipun Dishub Padang sudah menempatkan 10 orang petugas untuk mengawasi pengoperasian bus trans padang itu.

Terindikasi,  adanya kongkalikong antara KJST dengan oknum Dishub Padang dengan cara merekayasa penjualan karcis.

Seperti terlihat, setoran penjualan karcis hanya berkisar antara Rp25 juta sampai Rp30 juta per-hari.

Padahal, sebenarnya penjualan karcis itu melebih dari nominal yang disetorkan tersebut.

Ketika media ini melakukan investigasi, didapati didalam bus trans padang ada sebanyak 18 orang penumpang, akan tetapi yang dilaporkan hanya 15 orang penumpang.

Dan hal itu, terjadi pada 25 bus trans Padang yang ada.

Artinya, terjadinya hal itu bukanlah ulah dari kondektur ataupun supir semata, akan tetapi ada yang mengkoordinir untuk meraup keuntungan pribadi/kelompok.

Kuat dugaan, terjadinya  kongkalikong antara oknum Dishub Padang dengan KJST

Terkait hal itu, Dinas Perhubungan kota Padang, melalui Pembuat Komitmen (PPK) Pengoperasian Angkutan Massal, Armizoprades, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu tidak mau berkomentar.

Armizoprades melempar tanggung jawab dan mengarahkan kepada UPT Trans Padang.

“Silahkan tanyakan saja langsung ke UPT Trans Padang karena dia yang lebih mengetahui”, ucapnya singkat.

Untuk pengembangan lebih lanjut, maka media ini masih terus mencari data, informasi serta melakukan konfirmasi dengan pihak terkait lainnya.

 

Tunggu berita selanjutnya.

 

#Tim

Check Also

Bonus Atlit Segera Dibagikan, Disparpora Padang Pariaman Alokasikan Dana Rp6,5 Milyar

Padang pariaman (LN)–Atlit kab. Padang pariaman dalam waktu dekat ini dapat bergembira, karena sebentar lagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *