Home / ---- / Kongkalingkong Pembangunan Sapras Lap. Voly dan Basket Mulai Terkuak

Kongkalingkong Pembangunan Sapras Lap. Voly dan Basket Mulai Terkuak

Melanjutkan berita sebelumnya berjudul ” Disinyalir, Pekerjaan Sapras Lap. Volly dan Basket GOR. H. Agus Salim Terjadi KKN, Addendum Lebih 10 Persen?” (baca : http://(baca : https://laksusnews.com/diduga-pekerjaan-sapras-lap-volly-dan-basket-gor-h-agus-salim-terjadi-kkn-addendum-lebih-dari-10-persen/)

PADANG (LN)Sedikit-demi sedikit, kecurangan pada paket pekerjaan Pembangunan sarana dan prasarana (Sapras) lapangan volly dan basket di kawasan GOR. H. Agus Salim Padang mulai terkuak.

Proyek yang didanai dari APBD Kota Padang tahun 2016 ini, dikerjakan CV. Alfattah dengan harga penawaran Rp. 2.001.365.000,  diduga sudah merugikan keuangan negara hingga  ratusan juta rupiah.

Karena, Hilangnya beberapa item pekerjaan seperti pembuatan tribun penonton.B serta tempat duduk pemain di lapangan volly, menimbulkan pertanyaan besar bagi semua kalangan.

Ditambah lagi, material (bahan) yang terpasang tidak sesuai dengan spek serta pelaksanaan pekerjaan yang tidak mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan spesifiksi teknis, memperkuat adanya kongkalingkong pada proyek tersebut.

Untuk mengetahuinya, tim Laksus meninjau ke lapangan serta mencoba untuk konfirmasi dengan pihak terkait.

Dari hasil konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Pembangunan Sapras Volly & Basket Porprov XIV, Faisal yang ditemui diruang kerjanya beberapa hari lalu, mengakui pada paket pekerjaan sapras volly dan basket di kawasan GOR. H. Agus Salim Padang memang ada dilakukan adendum tambah/kurang, namun nilai kontrak tetap sedangkan target/sasaran berubah.

Ada beberapa item pekerjaan yang dikurangkan, lalu dialihkan untuk pekerjaan lain yang sebelumnya tidak ada di dalam dokumen kontrak awal, seperti pembuatan tribun penonton. B dan pembuatan tempat duduk pemain, dialihkan untuk pekerjaan pembuatan dua buah lapangan volly pantai serta pengecatan lantai lapangan basket.

Yangmana, kedua pekerjaan tersebut sebelumnya tidak ada dalam dokumen kontrak awal, tuturnya.

Anehnya, saat diminta untuk memperlihatkan dokumen adendumnya, Faisal langsung berkilah dengan alasan tidak ada memiliki dokumen tersebut.

“Dokumen addendum tidak ada pada saya, karena semua dokumen sudah diserahkan ke DPKA Padang”, katanya.

 

Terbongkar, PPK Faisal Bohong Tutupi Kecurangan

Dari penjelasan yang diberikan Faisal tersebut, ternyata semua bohong belaka. Sepertinya, Faisal berusaha untuk menyembunyikan sesuatu, takut permainannya terbongkar oleh media.

Terbukti, saat dilihatkan dokumen lelang kepada Faisal, wajahnya langsung berubah pucat pasi. Karena didalam dokumen lelang tersebut, pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar, sudah ada item pekerjaan pembuatan 2 buah lapangan volly pantai.

Sedangkan untuk pekerjaan pengecatan lantai lapangan basket memang betul tidak ada dalam dokumen lelang.

Tapi apakah anggaran pekerjaan pengecatan lantai lapangan basket begitu besar, sehingga menyedot anggaran sekitar 10 persen dari nilai proyek ?

Kemanakah raib-nya anggaran pekerjaan pembuatan tribun penonton-B ini?

Penasaran, Selanjutnya Tim Laksus beranjak menunju ke Anggota Tim PHO Pekerjaan Sapras Lapangan Volly dan basket di Dinas PU Kota Padang, berinisial “CH”. Namun hingga berita ini diturunkan, tim masih belum dapat menemuinya, karena sedang tidak di kantor.

 

Kontraktor Miliki “Backing Kuat”,  Sebut-Sebut “Nama Orang Nomor Satu Kota Padang”

Dari informasi yang didapatkan di berbagai sumber terpecaya, kontraktor satu ini memiliki backing kuat sehingga Dispora Padang tidak bisa berbuat apa-apa alias tidak berdaya untuk mengambil tindakan.

Karena, kontraktor sering sebut-sebut nama orang nomor satu di kota Padang saat berurusan dengan pihak Dispora Padang. Hal itu memberi isyarat bahwa ia adalah orang dekat dengan orang nomor satu di Kota Padang ini.

Hal itu terlihat, disetiap tahun CV. Alfatah selalu mendapatkan paket pekerjaan di lingkungan Pemko Padang.

Bahkan, beberapa pihak juga mengaitkan, salah satu penyebab tercampaknya Kepala Dispora Padang lama (Suardi Junir) dari jabatannya merupakan imbas dari proyek tersebut,  karena terus  menggasak pihak kontraktor untuk  menyelesaikan pekerjaan sesuai waktunya mengingat pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat. Atas hal itu,  maka Suardi dianggap tidak pro lalu dimutasi. (tim)

Check Also

Pawai HUT Kemerdekaan RI ke-72 Dharmasraya, Sajikan Berbagai Parade dan Kostum

DHARMASRAYA,(LN)–Masyarakat nagari amapangkuranji dan sekitarnya tumpah ruah di Jalan poros nagari, tepatnya di depan Kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *