Home / ---- / Keltan Bukit Wangi Wakili Sumbar di Ajang Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017

Keltan Bukit Wangi Wakili Sumbar di Ajang Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Sumbar Asben Hendri

SUMBAR, PADANG (LN)–Berbagai macam produk olahan yang berasal dari berbagai tanaman seperti tanaman nilam, serai wangi, jeruk dan lain- lainnya yang diolah hingga menjadi produk dasar bermutu dan bernilai jual tinggi, di pamerkan di ajang pameran konferensi nasional minyak atsiri 2017 yang diselenggarakan oleh badan asosiasi atsiri Indonesia bertempat di Kota Malang, Jawa Timur (9/10)

Khusus produk minyak atsiri yang berasal dari tanaman nilam, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Barat mengutus kelompok tani Bukit Wangi yang bersekretariat di jalan Koto Baru Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh Kota Padang.

Kadis Disperindag Provinsi Sumbar Asben Hendri, SE, MM yang diwakili Kabid industri Agro Irsyad SE,MM mengatakan, “tanaman nilam (Pogostemon patchouli atau Pogostemon cablin Benth, alias Pogostemon mentha), berasal dari negara Filipina. Tanaman penghasil minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi dan juga merupakan salah satu produk bermutu ekpor. Di beberapa negara seperti Paraguay, Brasil, Malaysia serta beberapa negara lainya telah lama mengembangkan tanaman jenis nilam ini.

Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman inipun telah cukup lama dikembangkan, bahkan telah menjadi salah satu produk alternatif untuk meningkatkan ekspor nonmigas serta tercatat sebagai penyumbang terbesar devisa negara.

Khusus untuk Sumatera Barat, di beberapa daerah, tanaman nilam juga telah lama dikembangkan oleh petani. Sebahagian besar pengolahannya masih dengan cara tradisional dan individual. Dengan cara seperti ini, terkadang membuat mutu dari produk minyak atsiri kurang memenuhi standarisasi yang diharapkan, sehingga berpengaruh terhadap nilai harga dari minyak atsiri tersebut.

Untuk memicu peningkatan hasil dan mutu dari produk minyak atsiri khususnya nilam, pemerintah Sumatera Barat melalui dana APBN, tengah mengupayakan membangun tempat pengolahan minyak atsiri ini, yang bertempat di lingkungan industri kecil Ulu Gadut , Kota Padang.

Kita berharap, dengan pengupayaan pembuatan tempat pengolahan, serta mengikut sertakan petani nilam di ajang pameran yang diselenggarakan badan asosiasi minyak atsiri Indonesia ini, dapat meningkatkan mutu, ilmu sekaligus pemahaman dari petani terhadap pengolahan dan pengembangan minyak atsiri khususnya dari tanaman nilam ini.” Ucapnya.

Sapardi, Ketua kelompok tani Bukit Wangi kepada Laksus News mengatakan, “Petani nilam yang tergabung dalam kelompok tani Bukit Wangi, telah mengupayakan pengembangan tanaman ini kurang lebih sudah hampir delapan tahunan. Berbekal ilmu pengetahuan serta arahan dari universitas andalas, kami mencoba mengembangkan serta mengolahnya dengan cara tradisional, yakni dengan menggunakan media penyulingan yang terbuat dari drum besi.

Meski sebenarnya jauh dari standarisasi sebuah alat penyulingan, hal ini dilakukan karena keterbatasan kemampuan petani dalam membeli alat tersebut.

Alhamdulillah, saat sekarang, pemerintah provinsi Sumbar melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Dinas Pertanian Provinsi Sumbar serta Universitas Andalas telah ikut memberikan perhatian terhadap petani nilam di Sumbar, khususnya di kota Padang ini, dengan turut membantu menyediakan tempat serta alat- alat pengolahan minyak atsiri.

Dengan keberadaan fasilitas ini, dirasakan cukup membantu petani dalam pengolahan dan peningkatan mutu dari minyak nilam yang nantinya juga berimbas atas kenaikan harga jual dipasaran. Dengan naiknya harga jual dipasaran, diharapkan menjadi sebuah harapan baru bagi petani terhadap pengembangan tanaman nilam di daerah ini.” Ucap Pardi.

Terkait pengiriman dirinya di ajang konferensi nasional minyak atsiri 2017 Sapardi menilai cukup membuka mata dan pandangannya terhadap tingginya kebutuhan minyak atsiri dunia, karena di pameran tersebut juga dihadiri oleh para pemburu minyak atsiri olahan Indonesia dari berbagai macam Negara.

Bagi Sapardi, hal ini memberikan sebuah semangat baru untuk terus mengembangkan tanaman nilam guna peningkatan nilai ekonomi petani, disamping dirinya terus mengembangkan produk pengolahan limbah akhir dari nilam dalam bentuk pupuk organik probiochar guna dimanfaatkan kembali sebagai media penyubur tanaman.

#Red/Rudi

Check Also

Berikan Pelayanan Maksimal Kepada Masyarakat, Gedung Penyuluhan KB Kec. Padang Utara Dibangun

PADANG (LN)—Kantor camat Padang Utara kini semakin lengkap dengan dibangunannya gedung penyuluhan Keluarga Berencana (KB). …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *