Home / ---- / Pembangunan Jembatan Lolong, Upaya Wujudkan Padang Sebagai Kota Meteropolitan

Pembangunan Jembatan Lolong, Upaya Wujudkan Padang Sebagai Kota Meteropolitan

Padang (LN)—Dinas PUPR Provinsi Sumbar terus melakukan pengawasan serta pengendalian mutu pada setiap pembangunan yang ada dilingkungannya.

Memastikan, pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis, penggunaan material serta peralatan kerja yang ada.

Seperti halnya pada proyek pembangunan jembatan Lolong kota Padang yang saat ini tengah dikerjakan PT. RIMBO PARADUAN. Dinas PUPR Provinsi Sumbar bersama UPT Laboratorium turun kelapangan meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan Lolong kota Padang, Rabu (12/9).

Meskipun ditengah hujan gerimis, tidak membuat tim surut untuk menjalankan tugasnya.

Adapun tim yang turun saat itu diantaranya Dinas PUPR Sumbar Trio Goneri, UPT Laboratorium Azmu Definos, konsultan pengawas PT Daya Cipta Rencana, Azwar dan didampingi kontraktor pelaksana Site manager PT.RIMBO PARADUAN Soei.

Pada saat itu, diketahui bobot pekerjaan pembangunan jembatan Lolong Padang sudah berhasil melebihi dari rencana skedul yang ada.

Menanggapi hal itu, Kadis PUPR Provinsi Sumbar Fathol Bari berharap pekerjaan pembangunan jembatan Lolong Kota Padang dapat terselesaikan tepat waktu dengan mutu pekerjaan yang baik sebagaimana mestinya.

Dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin tentunya pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu, pesannya.

Diingatkannya, rekanan haruslah bekerja dengan baik, sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan sehingga standar mutu tercapai.

Disampaikannya, pembangunan jembatan Lolong ini sebagai upaya mempersiapkan kota Padang menjadi kota metropolitan.

Untuk itu, dukungan dan partisipasi masyarakat sangatlah dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan baik dan lancar, harapannya.

Sementara itu, PPTK Pembangunan Jembatan Lolong Kota Padang, Asnul Narfis didampingi stafnya Trio Goneri mengatakan Proyek pembangunan jembatan Lolong, kota Padang berjalan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Pekerjaan yang sudah dimulai sejak 5 April 2018, sampai 31 Oktober 2018 atau jangka waktu pengerjaan selama 210 hari kalender ini sudah mencapai 86,02 persen, dengan deviasi plus 1,469 persen.

Diprediksi, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp8.620.550.000 akan terselesaikan lebih cepat dari jadwal ditetapkan.

Pembangunan yang dilakukan secara berkala dari dana APBD Provinsi Sumbar, dimulai sejak tahun 2016 lalu hingga sekarang.

Dan pada tahun 2018 ini, dari hasil lelang dipercayakan kembali kepada PT. RIMBO PARADUAN.

Menurut Asnul, selama ini PT. RIMBO PARADUAN mampu bekerja maksimal sehingga dapat melebihi target yang ada.

Dan hal itu hendaknya dapat dipertahankan hingga selesai, harapnya.

Ditambahkan Trio Goneri, “Selama ini, PT. RIMBO PARADUAN sudah bekerja secara maksimal. Tidak ada molor bahkan terus melakukan kerja lembur”.

Disampaikannya, pembangunan jembatan lolong pada tahun 2018 ini sepanjang 95 meter. Kondisi sekarang, pekerjaan pemasangan dan pengadaan tiang pancang sebanyak 95 batang sudah terselesaikan.

Selanjutnya, pekerjaan yang tersisa yakni pekerjaan lantai dan balok travesium, dengan perkiraan bobot tersisa sekitar 20 persen.

Pada tahun 2016 dan 2017 lalu, pekerjaan pemasangan tiang pancang yang sudah terpasang sebanyak 150 titik.

Namun secara keseluruhan Tiang pancang yang ada sebanyak 245 titik, jelasnya.

Adapun tujuan pembangunan jembatan lolong ini untuk mengurai kemacetan yang terjadi selama ini. Dengan target minimal pekerjaan bisa terselesaikan sampai Transito Lolong sehingga menjadi jalur alternatif yang dapat dilalui masyarakat.

Dampaknya, ekonomi masyarakat terutama yang berada di kawasan transito dan sekitarnya tentunya akan semakin bergairah, paparnya.

Sementara itu, Site manager  PT. RIMBO PARADUAN, Soei menambahkan, pada pekerjaan pembangunan jembatan lolong hingga saat ini belum dilakukannya adendum, semua masih sesuai dengan dokumen awal.

Untuk menunjang pekerjaan, maka ada beberapa Peralatan kerja yang digunakan, seperti kren, eksavator, mesin las, mesin catingwall dan peralatan pertukangan lainnya.

Sedangkan untuk memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja maka setiap pekerja dilengkapi dengan Alat Pelindung keselamatan kerja (APK) Seperti helm, sepatu boat, rompi dan lainnya.

Selain itu, mereka juga didaftarkan ke BPJS Tenaga kerja. Tercatat ada sebanyak 64 orang yang sudah didaftarkan, terangnya.

Disampaikannya, Kita optimis dapat menyelesaikan pekerja sesuai dengan waktu diberikan. Karena, setiap ada kesempatan maka dilakukan kerja lembur, ucapnya.

#Red/Fit/Cr

Check Also

Dandim 0312/Padang Tanam pohon di Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka By pass Padang.

Padang (LN)–Kodim 0312/Padang. Menanam pohon itu mudah, yang sulit adalah bagaimana kita menjaga dan merawatnya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *