Home / ---- / Kepedulian Masyarakat Agam Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Meningkat

Kepedulian Masyarakat Agam Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Meningkat

Agam (PN)-Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Agam, terhadap dunia pendidikan anak naik cukup signifikan.

Berdasarkan data Dinas Pemdidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, ditahun 2017 ini, jumlah anak yang masuk keLembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tercatat 10.112 orang. Naik dibanding tahun 2016 sekitar 7.000 anak.

Kemudian, disusul dengan penambahan satu unit TK Negeri pada tahun 2017 di Baso, dan di tahun 2018 rencananya akan dibangun satu unit lagi di Kamang Magek. Penambahan pembangunan lembaga ini sesuai dengan Rencana Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, yang menargetkan terbangunnya satu unit lembaga PAUD/TK setiap tahun. Namun jumlah ini tidak menjadi patokan bagi Pemkab sendiri untuk membangun lembaga PAUD/TK, karena ini juga didukung oleh fasilitas dari masyarakat, seperti lahan lokasi pembangunaan.

“Ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembentukan karakter anak di usia dini semakin tinggi,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Yeni Sofnidel, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (5/1).

Ia mengatakan naiknya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini tidak lepas dari sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, nagari sampai jorong. “Terlebih dari pembinaan yang diberikan para Bunda-bunda Paud yang ada di kabupaten sampai tingkat nagari.

Karena, keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada peran serta masyarakat secara keseluruhan. Keluarga, dan yang lebih spesifik adalah orangtua juga sangat diharapkan peranannya dalam penyelengaraan pendidikan, baik sebagai sumber maupun pelaksana yang secara langsung maupun tidak menopang proses pendidikan.

Pendidikan anak usia dini yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, menurunya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak lembaga pendidikan anak usia dini. Apalagi sasaran pendidikan anak usia dini adalah usia 0 sampai dengan 6 tahun, sehingga sebagian besar waktunya adalah bersama keluarga.

Dengan demikian agar tidak terjadi ambiguitas dalam perkembangan anak, maka satunya pemahaman, stimulasi dan cara mendidik yang sesuai dengan pola perkembangan anak antara pihak lembaga pendidikan anak usia dini dan orangtua adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi.

“Oleh sebab itu, keberadaan lembaga pendidikan anak usia dini yang semakin marak merupakan salah satu wujud nyata peran serta dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak,” jelasnya. (IF/AMC)

Check Also

KPU Sumbar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi DPS

Padang (LN)—Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Komisi Pemilihan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *