Home / ---- / Keputusan BK : Erisman Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD Padang

Keputusan BK : Erisman Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD Padang

PADANG (LN)–Ketua DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Erisman terkena sanksi pemberhentian dari jabatan pimpinan DPRD serta pimpinan Alat Kelengkapan DPRD berdasarkan hasil keputusan Badan Kehormatan (BK) nomor 28/BK-DPRD.PDG/IV-2016 tertanggal 6 Juni 2016.

“Kami memang telah menerima keputusan BK tersebut. Setelah diterima, langsung diadakan rapat pimpinan dan rapat Badan Musyawarah (Bamus),” kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra di Padang, Senin.

Berdasarkan rapat Bamus, paripurna penyampaian laporan BK tersebut akan dilakukan pada 22 Juli mendatang.

Dalam pengambilan keputusan itu, ada yang setuju dan ada pula yang tidak sehingga dilakukan voting dengan hasil 10 berbanding lima.

“Makanya paripurna akhirnya dijadwalkan sesudah lebaran nanti,” ujarnya.

Terkait putusan BK, Wahyu enggan berkomentar karena hal itu merupakan wewenang BK sepenuhnya dan sebagai pimpinan dewan, pihaknya hanya menerima laporan saja.
Dalam laporan keputusan BK tersebut disebutkan Erisman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar kewajiban sebagai anggota DPRD.

Pelanggaran itu ialah menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pasal 32 huruf h Peraturan DPRD Padang nomor 01 tahun 2010) jo melanggar etika dan melanggar kewajiban (Pasal 95 huruf g), Peraturan Tata Tertib DPRD Padang nomor 01 tahun 2015 dan larangan (Pasal 12 huruf (e) jo Pasal 12 huruf (h) jo Pasal 13 ayat (10)), Kode Etik DPRD Padang nomor 3 tahun 2015.

Namun dalam putusan menjatuhkan jenis sanksi berupa sanksi sedang itu, hanya empat dari lima anggota BK yang menandatangani yakni Ketua BK Yendril, Wakil Ketua Bk Masrul Raji Intan dan Anggota Jumadi serta Emnu Azamri. Sedangkan Anggota BK lainnya Iswandi tidak turut serta membubuhkan tanda tangannya dalam putusan itu.

“Harusnya keputusan itu belum dipublikasikan, melainkan menunggu paripurna dulu,” ujar Anggota BK DPRD Padang, Iswandi.

Sebelumnya, BK DPRD Kota Padang telah membuat keputusan terhadap dugaan yang dituduhkan kepada Ketua DPRD Erisman.

Ketua BK DPRD Padang, Yendril menyampaikan keputusan itu sudah melalui kesepakatan seluruh anggota BK tanpa ada perbedaan pendapat dan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD.

Dugaan pelanggaran kode etik yang dituduhkan kepada Erisman itu adalah perselingkuhan dan dugaan penyalahgunaan wewenang terkait surat permohonan bantuan ke Bank Nagari.

Sementara Ketua DPRD Padang Erisman menilai keputusan yang diambil BK terhadap dugaan pelanggaran kode etik DPRD oleh dirinya sarat muatan politis dan ia merasa telah dizalimi atas keluarnya keputusan itu.

Check Also

BWS Sumatera V Padang Bangun Batu Bronjong, Atasi Persoalan Longsor Sei. Suliti Solok Selatan

Solsel (LN)–BWS Sumatera V Padang Bangun batu Bronjong untuk atasi Persoalan Longsor Sei. Suliti Solok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *