Home / BERITA TERBARU / Ketua DPRD Kota Padang : ” Jadikan peringatan Gempa Sebagai Pelajaran Untuk Lebih Waspada”

Ketua DPRD Kota Padang : ” Jadikan peringatan Gempa Sebagai Pelajaran Untuk Lebih Waspada”

PADANG (LN)— Tugu Monumen Gempa, berdiri megah di kawasan Pantai Padang. Rencananya, disinilah Pemko Padang akan meng­gelar acara Peringatan mengenang Gempa 30 September 2009, pada Jumat (30/9) hari ini. Namun, sepan­jang Kamis (29/9) kemarin, tugu itu sunyi senyap saja. Tak terlihat ada aktivis di tugu itu.

Dari hasil pantauan, Kamis (29/9), kondisi di sekitar tugu kurang terjaga kebersihannya. Di bawah Tugu Mo­numen Gempa terlihat puntung rokok yang bertebaran. Tak hanya itu di belakang prasasti juga tercium aroma pesing yang menusuk hidung. Padahal beberapa hari lalu, Badan Penanggulan Bencana Daerah Pema­dam Kebakaran (BPBD PK) telah mem­bersihkan tempat tersebut dengan menyemprot tugu agar aroma pesing hilang.

Pada malam hari,  di sekitar tugu itu terlihat anak muda berkumpul dan ngobrol santai. Juga terlihat belasan pedagang yang berjualan di sekitar tugu, sehingga membuat suasana malam di tugu semakin ramai.

Hari, pengunjung yang biasa du­duk di Tugu Monumen Gempa pada malam hari menyatakan kondisi tugu memang kurang terjaga kebersihan. Padahal tugu gempa digunakan untuk mengenang  bahwa kota Padang pernah dilanda gempa yang menimbulkan korban jiwa yang banyak.

“Jika ada keluarga korban yang datang berkunjung ke tugu gempa, mereka pasti sedih melihat kondisi tugu yang kurang terawat,” ucap Hari.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Erisman berharap agar peringatan gempa 2009 ini tidak hanya dijadikan seremonial saja. Namun pemerintah kota harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kebencanaan. Karena kondisi kota Padang yang memang rawan akan bencana.

“Saya akan mendukung penuh Lembaga Sosial Masyrakat (LSM) dan Komunitas Siaga Bencana (KSB) mem­berikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebencanaan. Semoga dengan momentum peringatan gempa kali ini dijadikan pembelajaran dari berbagai pihak untuk lebih waspada bencana,” tutur Erisman.

Ketua Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Patra Rina Dewi menilai, kegiatan peringatan gempa oleh Peme­rintah Kota Padang, sangat bagus untuk mengingatkan masyarakat agar selalu siaga, bahwa bencana seringkali datang di saat kita lengah.

Apalagi pada kegiatan ini diwarnai dengan pemberian reward kepada sekolah yang telah mengubah para­digma penanggulangan bencana dari tanggap darurat menjadi pengurangan risiko bencana. Ini adalah bentuk stimulan, perhatian dan penghargaan pemerintah atas keikutsertaan masya­rakat secara aktif dalam upaya pengu­rangan risiko bencana.

“Kogami berharap tanggal 30 Sep­tember 2009 diambil sebagai mo­mentum oleh Gubernur Sumatera Barat sebagai Hari Kesadaran Pengurangan Risiko Bencana,” ucapnya.

Patra berharap untuk tahun men­datang, bulan September harus digiat­kan dengan berbagai kesiapsiagaan bencana yang dikemas secara kreatif dan inovatif. Jadi, mengenang tidak harus melulu mengenang kesedihan tapi bagaimana agar maju dan berupaya dengan sungguh-sungguh supaya jika bencana serupa terulang, tidak ada lagi korban jiwa.

Patra juga menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat dalam menumbuhkan budaya siaga bencana. Buatlah rencana evakuasi keluarga. Lalu persiapkan diri dan keluarga sebagai tanda kepedulian. Jangan hanya menunggu dari pemerintah. Apa yang bisa dilakukan bersama lakukan saja, tak usah pakai hitung-hitungan.

“Biar Allah saja yang hitung seba­gai amal ibadah. Apapun yang bisa disumbangkan, sumbangkan saja, seperti  ilmu, tenaga, uang, lahan dan segala yang bisa disumbangkan untuk menurunkan faktor kerentanan. Guna­nya kan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar juga,” ucap Patra. (*)

Check Also

Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks

JAKARTA.LN- – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Pengawas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *