Home / ---- / MACET SEMAKIN KRODIT, PADANG BUTUH FLY OVER

MACET SEMAKIN KRODIT, PADANG BUTUH FLY OVER

Padang (LN)–Macet merupakan masalah krusial di perkotaan, tidak terkecuali kota Padang yang menjadi ibukota provinsi Sumbar. Meskipun SKPD terkait, yakni Dishubkominfo Kota Padang sudah berupaya mengatasi kemacetan secara maksimal, namun upaya itu sepertinya terbentur dihadapkan dengan jalan buntu.

Seperti Jalan Hamka (Minang plasa), jalan Adinegoro (Pasar Lubuk Buaya), Pasar bandar Buat, Plasa Andalas dan lainnya, dikatagorikan sebagai jalan rawan macet. Apabila melewati jalan ini disaat jam-jam tertentu (sibuk), kemacetan bisa memakan waktu cukup lama.

Parahnya lagi, kota Padang sebagai pusat pemerintahan Sumbar yang selalu membutuhkan akses cepat menuju ke Bandara BIM, malah melewati jalur rawan macet diantaranya jalan Hamka (minang plasa) dan Jalan Adinegoro (pasar Lubuk Buaya). Dikhawatirkan, kondisi tersebut bisa berdampak terhadap kepentingan publik yang bersifat mendesak.

Hal ini disampaikan Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Rudy Rinaldy kepada media Laksus News diruang kerjannya.

Dipaparkan Rudy lagi, “Meskipun petugas di jalan sudah ditempatkan untuk melakukan pengaturan kendaraan di lokasi rawan macet, tetap saja tidak bisa menjawab permasalahan macet yang ada”.

“Bahkan, diprediksi dalam jangka dua tahun kedepan, permasalahan macet di Kota Padang akan semakin krodit, sehingga secepat mungkin harus dicarikan solusinya”.

Menurut penelitian, penyebab terjadinya kemacetan karena jumlah kendaraan yang setiap saat terus bertambah, sementara penambahan akses (jalan) tidak ada.

Dapat dilihat, transaksi penjualan kendaraan di kota Padang berkisaran 3 unit hingga 5 unit perhari. Apabila dikalkulasikan, maka dalam jangka waktu setahun pertambahan kendaraan mencapai ribuan unit. Hal ini tentunya akan membuat kota Padang menjadi semakin sesak oleh kendaraan yang ada, jelas Rudy.

Lanjutnya, “Penyebab lain terjadinya kemacetan yakni adanya tujuan, serta penggunaan jalan pada waktu bersamaan. Kondisi ini biasanya terjadi, apabila jalur alternatif lain tidak tersedia, sehingga kendaraan jadi menumpuk di satu titik”.

Menjawab permasalahan kemacetan ini, KOTA PADANG MEMBUTUHKAN JALAN FLY OVER sebagai jalur alternatif yang dapat dipakai untuk mengarahkan kendaraan ke titik aman atau menghindari kendaraan berkumpul dititik yang sama.

Untuk saat ini, yang menjadi skala prioritas bagaimana bisa membebaskan akses menuju bandara BIM dari kemacetan, sehingga urusan kepemerintahan yang bersifat penting dapat berjalan lancar. (fit)

Check Also

Jalin Tali Kasih, IKW RI Kerjasama Humas Polda Sumbar Salurkan Bantuan Sembako

Padang (LN)– Ikatan Keluarga Wartawan (IKW-RI) Sumbar Bekerja sama dengan Humas Polda Sumbar dan Humas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *