Home / ---- / Masyarakat Jorong Aia Kumayan Lubas Pertanyakan Pekerjaan Pengecoran Rabat Beton, Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai Bestek

Masyarakat Jorong Aia Kumayan Lubas Pertanyakan Pekerjaan Pengecoran Rabat Beton, Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai Bestek

AGAM (LN)–Dalam melaksanakan kegiatan dana Desa/Nagari haruslah dilakukan secara transparan dan terbuka sebagaimana tertuang dalam UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Tapi UU tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Wali Nagari dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa/nagari Dusun Taratang Jorong Anak Aia Kumayan Nagari Kampuang  Tangah Kecamatan lubuk basung (Lubas) Kabupaten Agam provinsi Sumatra Barat. 

Yangmana, Wali Nagari dan Team pelaksana Kegiatan (TPK) Nagari dusun Tarantang jorong Anak Aia Kumayan Nagari Kampung Tangah Kecamatan lubuk Basung Kabupaten Agam provinsi Sumbar, sengaja menutup-nutupi kegiatan pengecoran rabat beton yang dikerjakannya dari “uang rakyat ” tersebut.

Buktinya, Pekerjaan yang tengah dikerjakannya itu tanpa ada memasang papan informasi kegiatan, sehingga masyarakat jadi bertanya-tanya pekerjaan apa yang sedang dikerjakan.

Hal itu diungkapkan salah seorang masyarakat Jorong Aia Kumayan yang namanya enggan untuk disebutkan kepada media http://laksusnews.com Sabtu (20/08)

“Kami heran, kenapa wali nagari ini tidak transparan dan terbuka pada kepada masyarakat. Yangmana masyarakat hanya mengetahui adanya proyek pekerjaan pengecoran rabat beton di kampung kami ini.

Tapi berapa pagu dana dan berapa lama pekerjaan harus di diselesaikan kami tidak mengetahuinya. Kami hanya di beritahukan secara lisan bahwa dana pekerjaan cor rabat beton sebesar Rp270.000.000, keluhnya kecewa.

Menurutnya, pelaksanaak kegiatan ini tidak sesuai dengan bestek, karena panjang 500 meter, lebar 3 meter dengan ketebalan ketebalan 20 centimeter (cm), tidak sesuai dengan faktanya yang ada di lapangan. 

Sambungnya lagi, Di dusun Tarantang ini kegiatan dana Nagari di laksanakan di dua titik, satu titik lanjutan cor di jalan PNPM, panjang 500 meter, lebar 3 meter. Sedangkan titik satunya lagi di jaan bukit Rikia dengan panjang 700 meter, dinataranya 300 meter di cor seperti Rel dan 400 meter di lakukan pengerasan.

Dari informasi yang didapatkan, dana pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp145 juta, untuk Rabat beton yang di jalan PNPM itu sudah selesai di laksanakan dan untuk di jalan bukit tarantang jalan ini belum selesai di laksanakan,

Terkait hal itu, Ketua TPK, Dtedo saat dikonfimasi, Minggu (21/08) melalui telpon selulernya ke nomor 08527413XXXX tidak menjawab.

Begitu juga dengan Wali Nagari Kampung Tangah, Anto juga tidak ada responnya. (Dika)

 

Check Also

Yadrison : Pol. PP Padang Sita 11 Dus Miras, Penjual Dikenakan Sanksi Tepiring

PADANG (LN)–Satuan polisi pamong praja kota padang pada sabtu malam sekitar pukul 23.12 wib (16/9) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *