Home / BERITA TERBARU / Bapedalda Padang Dinilai “Lemah”, Monitoring CSR “Asaljadi”

Bapedalda Padang Dinilai “Lemah”, Monitoring CSR “Asaljadi”

PADANG (LN)–Bapedalda Kota Padang sebagaimana Tupoksinya, secara berkesinambungan melakukan pengawasan, monitoring, evaluasi dan fasilitasi terhadap penyaluran program Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan BUMN/BUMD/swasta di Kota Padang.

Dan selama dua tahun belakangan Bapedalda Kota Padang melalui “Program monitoring, evaluasi dan fasilitasi CSR” ini, sudah menghabiskan dana sebesar Rp200 juta dari dana APBD Kota Padang. Alokasi di tahun 2015 sebesar Rp127,5 juta lalu dilanjutkan tahun sekarang (2016) sebesar Rp72,5 juta.

CSR merupakan program wajib yang harus dijalani perusahaan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial seperti bidang pembangunan, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Melalui CSR ini seyogyanya bisa membantu masyarakat yang berada dilingkungan sekitar perusahaan tersebut.

Tapi kenyataannya, Penyaluran CSR masih “separo hati alias setengah-setengah” sehingga masyarakat tidak merasakan manfaat dan faedahnya secara nyata. Yang masyarakat ketahui, CSR hanya untuk “pembuatan pot bunga yang dipajang di jalan-jalan raya”.

Salah seorang warga berdomisili di Tabing, Desy (35) saat ditanya media ini, Sabtu (13/2) tentang program CSR merasa bingung dan tidak tau. Dikatakannya, “tulisan CSR ini sering dilihat di pot bunga sepanjang jalan-jalan raya, tapi apa itu CSR saya tidak tau. Saya berfikir, CSR itu nama sponsor untuk membuat pot bunga tersebut.

Sementara, sebagai aktivis, Ketua LSM Penjara, Amril Efendi menyebutkan bahwa seharusnya pemahaman tentang Corporate Social Responsibility (CSR) musti dapat diketahui oleh masyarakat banyak. Dikarenakan, kata Am, program CSR itu merupakan hal wajib yang dilakukan oleh setiap perusahaan apalagi perusahaan BUMN atau BUMD.

“Seharusnya sosialisasi CSR tidak hanya dilaksanakan secara terbuka bagi perusahaan milik negara namun dalam melaksanakanya harus teratur dan tepat sasaran. Sebab, hal itu sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Persereoan terbatas (UUPT) dan PP No. 47 tahun 20012”, papar Ketua LSM Penjara.

Selanjutnya, Amril mengharapkan instansi terkait seperti Bapedalda mampu menjalankan ketentuan demi ketentuan tentang pengelolaan lingkungan dan keterkaitan dengan program CSR harus bisa terbuka serta terpublikasi dengan baik, agar semua masyarakat tahu selayaknya apa itu CSR, ungkap Amril saat ditemui media ini dikantornya, Jum’at (12/2/2016). …..(Bersambung)

 

Check Also

Penutupan Giat Florikultura 2019, Wawako Padang : Padang Siap Songsong PENAS Tani 2020

Padang (LN)—Acara Giat Florikultura Indonesia 2019, akhirnya secara resmi ditutup oleh wakil walikota Padang, Minggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *