Home / ---- / MEMBONGKAR DUGAAN REKAYASA SK TENAGA HONORER K2 DI DISDIK PADANG (Ed-1)

MEMBONGKAR DUGAAN REKAYASA SK TENAGA HONORER K2 DI DISDIK PADANG (Ed-1)

Benar kata pepatah, “Sepandai pandai menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga”. Sesuatu yang busuk, lama kelamaan pasti akan terbongkar.

Padang (LN)—Penerimaan CPNS dilingkungan Pemko Padang tahun 2014 lalu, ternodai ulah prilaku curang oknum tenaga honorer bekerjasama (konspirasi) dengan oknum pejabat yang ada.

Melakukan trik kotor untuk bisa lolos menjadi PNS/ASN Pemko Padang, melakukan rekayasa dokumen.

Yangmana, oknum tenaga honorer di lingkungan  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, berinisial “TFR” yang kini sudah menjadi ASN/PNS Pemko Padang, diduga secara sengaja merekayasa SK tenaga honorer Katagori K2, berkonspirasi dengan oknum pejabat “NRI” di Disdik Padang.

Sebagaimana menurut Penjelasan Umum Atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, jenis tenaga honorer ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tenaga honorer katagori K1 dan tenaga honorer katagori K2.

Katagori ITenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit 1 (satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus; berusia paling rendah 19 (Sembilan belas) tahun dan tidak boleh lebih dari 46 (empat puluh enam) tahun pada tanggal 1 Januari 2006.

Sedangkan Katagori IITenaga honorer yang penghasilannya dibiayai bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit 1 (satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus; berusia paling rendah 19 (Sembilan belas) tahun dan tidak boleh lebih dari 46 (empat puluh enam) tahun pada tanggal 1 Januari 2006.

Diduga, Oknum tenaga honorer “TFR” berkonspirasi dengan oknum pejabat “NRI” di Dinas Pendidikan Kota Padang dengan merekayasa dokumen atau membuat dokumen yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, seperti absensi dan berita acara lainnya.

Dari hasil investigasi, diketahui pada tahun 2006-2007 sebelum menjadi tenaga honorer di lingkungan Disdik Padang, ternyata “TFR” adalah mahasiswa Praktek Lapangan (PL) dari salah satu universitas negeri yang ada di Padang.

Anehnya, saat dibukannya penerimaan CPNS tahun 2014, tiba tiba terbit SK tenaga honorer tahun 2004 sehingga bisa lolos sebagai tenaga honorer katagori K2.

Disinyalir, adanya keterlibatan atau intervensi dari oknum pejabat Pemko Padang sehingga bisa diterbitkannya SK tenaga honorer tersebut.

Terkait hal tersebut, oknum “TFR” saat dikonfirmasi, Rabu (30/5) membantah dan tetap menyatakan bahwa dirinya masuk menjadi tenaga honorer di Dinas Pendidikan Padang sejak tahun 2004, bukan tahun 2006 sebagai mahasiwa Praktek Lapangan (PL)

Untuk mendapatkan kejelasan permasalah ini, maka pihak media masih berupaya untuk melakukan konfirmasi dengan Dinas ataupun pejabat terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya.

#Tim

Check Also

KPU Sumbar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi DPS

Padang (LN)—Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Komisi Pemilihan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *