Home / ---- / MEMBONGKAR DUGAAN REKAYASA SK TENAGA HONORER K2 DI DISDIK PADANG (Ed-2)

MEMBONGKAR DUGAAN REKAYASA SK TENAGA HONORER K2 DI DISDIK PADANG (Ed-2)

Padang (LN)–Melanjutkan kembali, dugaan Rekayasa SK Tenaga honorer Katagori K2 yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan Dinas pendidikan (Disdik) Kota Padang, sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Baca berita sebelumnya.

Untuk mencari kebenaran, tim mencoba menelusuri pihak pihak terkait lainnya.

Dari mantan kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pegawai (pamong) sampai ke tenaga honorer yang pernah ada (mengajar) di tahun 2004.

Kepala SKB (tahun 2014), “NRI” yang kini menjabat sebagai kepala bidang (Kabid) di Disdik Padang saat dikonfirmasi, Rabu (31/5) mengatakan, “TFR” masuk sebagai tenaga honorer di SKB pada tahun 2004″, ucapnya ragu.

Namun untuk menyakini dirinya dan awak media, “NRI” menghadirkan “NVA” salah seorang mantan tenaga honorer di SKB, yang mengaku masuk pada tahun 2004 dan kini juga sudah menjadi PNS/ASN di Disdik Padang sebagai staf “NRI”.

Herannya, apa yang disampaikan “NRI” itu berbeda dengan pernyataan yang disampaikan beberapa orang yang pernah menjadi tenaga honorer di SKB tahun 2004.

Sebagaimana diutarakan salah seorang tenaga honorer “MR” (nama samaran) saat dijumpai, jumat (1/6) mengatakan, “seingat saya, awalnya “TFR” masuk sebagai mahasiswa PL ditahun 2006/2007, bukan tahun 2004.

Sedangkan “NVA” masuk sebagai tenaga honorer tahun 2005, ucapnya.

Saya heran, kenapa bisa terbit SK tenaga honorer tahun 2004, padahal mereka belum ada di tahun tersebut.

Buktinya, pada absensi tenaga honorer di SKB tahun 2004, nama “TFR” dan “NVA” tidak ada, sambil memperlihatkan absensi yang masih disimpannya.

Diungkapkannya, Pada saat ada pembukaan formasi CPNS tahun 2010, maka dilakukan pendataan kembali terhadap tenaga honorer di SKB untuk dimasukan ke dalam data base.

Pada saat itu, seluruh SK serta absen Tenaga honorer diperbaharui, terangnya.

Dari pernyataan beberapa orang tenaga honorer SKB itu, disinyalir pada saat itulah (tahun 2010) data yang ada direkayasa.

Hebatnya, Untuk menutupi trik kotor tersebut serta menghindari kecurigaan pihak lain maka SK tenaga honorer diperbaharui meskipun sudah ada SK yang diterbitkan sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim masih berupaya untuk menemui saksi lainnya untuk diminta keterangannya.

Dan bagaimanakah tanggapan Dinas Pendidikan, BKD serta Sekda Pemko Padang terkait permasalahan ini.

Tunggu berita selanjutnya.

#Tim

Check Also

KPU Sumbar Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi DPS

Padang (LN)—Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Komisi Pemilihan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *