Home / ---- / Mengungkap “Kebocoran” Karcis Bus Trans Padang, Ditengarai Ada Setoran Ilegal Rp10 Ribu Per-Rit

Mengungkap “Kebocoran” Karcis Bus Trans Padang, Ditengarai Ada Setoran Ilegal Rp10 Ribu Per-Rit

Padang (LN)—Menyambung kembali berita sebelumnya, terkait dengan adanya indikasi Kebocoran penjualan karcis bus trans Padang.

Baca berita sebelumnya.

Dari hasil investigasi, disinyalir Kebocoran penjualan karcis bus trans Padang tersebut dilakukan secara tersistimatis dan masiv.

Menurut sumber terpercaya, kebocoran, ditengarai ulah oknum koperasi jasa sumatera trans (KJST) yang melakukan intervensi kepada sopir dan kondektur bus trans Padang.

Sopir dan kondektur bus trans Padang dijadikan “sapi perahan” untuk meraup keuntungan bagi oknum/kelompok tertentu.

Yang mana, Sopir dan kondektur harus menyetorkan uang sebesar Rp10 ribu per-rit kepada kordinator lapangan (korlap).

Sehingga, mau tidak mau mereka harus “memainkan” penjualan karcis tersebut.

Seperti diketahui, bus trans Padang yang beroperasi ada sebanyak 25 unit dengan frekwensi  maksimal 7 rit perhari.

Sementara dari pelaksanaan real, tiap unit kendaraan hanya beroperasi 3,5 rit sampai 5 rit perhari.

Jadi, Apabila dikalkulasikan ada sekitar Rp1,25 juta perhari kebocoran penjualan karcis bus trans Padang, bebernya.

Meanggapi ihal itu, Kepala UPD Trans Padang, Agus saat dikonfirmasi oleh media ini beberapa hari lalu mengatakan,

Untuk penjualan karcis ini, KJST menyetor rata rata berkisar antara Rp25 juta sampai Rp30 juta per-hari.

Disampaikannya, beberapa waktu lalu ada juga informasi terkait kebocoran penjualan karcis ini.

Dan untuk menindaklanjutinya, UPT Trans Padang langsung turun ke lapangan melakukan monitoring.

Alhasil terjadi peningkatan penjualan karcis secara siginifikan.

Guna mengantisipasi terjadinya kebocoran tersebut, maka pengawasan akan ditingkatkan, ucapnya.

Diakuinya, selama ini tingkat pengawas masih lemah disebabkan keterbatasan personil yang ada di Dishub Padang.

Ditekankannya, Apabila ada  pengawas Dishub Padang yang kedapatan bermain, maka akan diberikan tindakan tegas, ancam Agus.

Seperti diketahui, segala kebutuhan untuk kelancaran pengoperasian bus trans Padang  sudah ditanggung sepenuhnya oleh APBD Padang.

Disini, KJST sudah diberikan biaya per Seat kilometer, jaminan untuk awak kendaraan (sopir dan pramugara, BBM, ban serta biaya pemeliharaan/Reparasi kendaaraan.

Siapa yang bertanggungjawab atas kebocoran yang terjadi dan sejauhmana tanggung jawab KJST terhadap hal itu.

Untuk memastikan hal itu, maka media ini masih berupaya melakukan pengembangan dengan menggumpulkan informasi, data serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya.

 

#Tim

Check Also

DPUPR Kab. Pessel Tingkatan Jalan Kec. Ranah Pesisir, Alokasikan Dana Rp946 Juta untuk Jalan Sepanjang 3 Km

Pessel (LN)—Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Barat yang sebagian besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *