Home / ---- / Mengungkap Misteri Jembatan Beringin yang Hanyut, Terindikasi Ada Konspirasi Kotor

Mengungkap Misteri Jembatan Beringin yang Hanyut, Terindikasi Ada Konspirasi Kotor

Melanjutkan kembali berita sebelumnya, misteri hanyutnya Jembatan Beringin kec. Lubuk kilangan (Luki).

Apakah kejadian itu murni akibat bencana alam, ataukah karena kelalaian. 

Dari berbagai informasi serta fakta dilapangan, hanyutnya jembatan tersebut, diduga kuat akibat kelalaian.

Karena, pelaksanaan pekerjaan yang tidak mengacu pada spesifikasi teknis serta material yang tidak sesuai spek.

Penetapan kondisi Kahar (bencana alam) harus melihat referensi serta kajian mendalam.

Buktinya, baja profil H untuk rangka jembatan, terindikasi memakai cap SNI palsu.

 

Padang (LN)–Sebagaimana diketahui, pada proses tender pembangunan jembatan paket. 1, peserta haruslah memberikan dukungan pabrik.

Spesifikasi Khusus Jembatan, klik disini

Alhasil, PT. Satria Lestari Multi (SLM) berhasil menjadi pemenang pada proyek senilai Rp8.807.800.000.

Segala persyaratan administrasi yang ditetapkan sudah terpenuhi, begitu juga dengan dukungan pabrik.

Tapi dukungan pabrik tersebut hanya sebagai upaya untuk mendapatkan proyek saja.

Karena, Terindikasi PT. SLM memainkan spek untuk meraup keuntungan besar.

Buktinya, baja profil H yang digunakan untuk rangka jembatan memakai cap SNI palsu.

Baca berita sebelumnya, kok disini.

Disinyalir, barang tersebut bukanlah berasal dari pabrik yang memberikan dukungan pada saat lelang.

Dicurigai, material baja profil H tersebut diganti dengan produk lain yang lebih murah.

Anehnya, dinas PUPR Padang ataupun konsultan pengawas seakan tutup mata, membiarkan kecurangan itu.

Terindikasi, sudah terjadinya konspirasi untuk menggerogoti uang rakyat pada ptoyek pembangunan jembatan paket.1 ini.

Buktinya, hingga saat ini semua pihak terkait pada proyek tersebut bersembunyi dan tidak mau memberikan penjelasan.

Kepala dinas PUPR Padang, Fatriarman Noer saat dikonfirmasi via hp ke nomor 0812-6612-xxx tidak pernah membalas WA/SMS atau mengangkat telpon.

Begitu juga ketika media ini mendatangi kantor dinas PUPR Kota Padang, Fatriamar tetap tidak bisa ditemui dengan berbagai alasan klasik.

Terindikasi, Kadis PUPR Padang sengaja untuk menghindar guna menutupi informasi kepada publik.

Didisi lain, Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Sekretariat Daerah Pemko Padang, Yoga Nathasa Amin saat dikonfirmasi, kemarin (14/11) membenarkan bahwa pada lelang pembangunan jembatan paket.1, peserta harus memberikan dukungan pabrik sebagaimana diminta pengelola.

Batas dan wewenang pokja ULP Padang hanya sampai pada pengumuman lelang, selanjutnya untuk teknis kegiatan menjadi tanggungjawab OPD terkait.

Sampai berita ini diturunkan, media ini masih berupaya mengumpulkan data dan informasi. Tunggu berita selanjutnya.

 

# tim

Check Also

Rapat Pleno Terbuka KPU Sumbar, Jumlah DPT Bertambah 76 Ribu

PADANG (LN)–Jumlah pemilih di Sumatera Barat pada Pemilu 2019 bertambah 76.242 orang. Sehingga total pemilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *