Home / ---- / Menyigi Asal Kain Sarung Pemberian Gubernur Sumbar

Menyigi Asal Kain Sarung Pemberian Gubernur Sumbar

PADANG (LN)–Melanjutkan kembali berita sebelumnya berjudul “Nama Baik Gubernur Sumbar Tercoreng Ulah “Permainan Mafia Kain Sarung”

Kain sarung yang dibagikan Gubernur Sumbar untuk jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat pada saat acara silahturahmi dan Buber  ramadhan lalu, mulai terungkap.

Melihat fakta yang ada dilapangan serta informasi yang didapatkan, semua menunjukan bahwa kain sarung tersebut berasal dari bantuan BAZNAS, bukan dari Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar.

Seperti, keterangan dari salah salah seorang staf Humas Setdaprov Sumbar, absensi, serta keterangan beberapa orang undangan yang hadir pada saat acara itu.

Kini diperkuat dengan keterangan PPK kegiatan penggandaan kain sarung dan tikar sholat, Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar.

Karimis, PPK kegiatan penggandaan kain sarung dan tikar sholat Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar, saat dikonfirmasi, Selasa (26/6) diruang kerjanya mengatakan, “Pengadaan kain sarung di tahun 2018 ada sebanyak 3.885 lembar, dengan HPS Rp446.565.000,00, dimenangkan CV. PRINTAMA LASARI TEKINFO dengan harga tawaran Rp383.460.000”.

Dan semua kain sarung itu, akan dibagikan oleh Gubernur, wakil gubernur dan Sekda kepada kelompok masyarakat seperti LKAM, Bunda kanduang, Pengurus organisasi, budayawan, jurnalis, tokoh masyarakat, anak yatim dan sebagainya.

Disampaikannya, “Untuk Kain sarung yang akan disalurkan  gubernur Sumbar, maka pihaknya menyerahkan secara global melalui asisten pribadi (Sespri) gubernur Sumbar, Rinaldi”.

Kemudian, Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar menunggu laporan penyaluran kain sarung tersebut, ungkapnya.

Ditegaskan Karimis, barang (kain sarung) milik Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar bermerek “RUMAH GADANG” DIBUNGKUS KERTAS KACANG.

Itu merupakan spesifikasi yang ada dalam pengadaan kain sarung dan tikar sholat.

Menurutnya, bisa jadi pada saat acara itu, BAZNAS juga membagikan kain sarung karena ada absensinya disitu.

Sementara itu, diketahui kain sarung yang dibagikan pada saat acara Silahturahmi dan Buber gubernur Sumbar dengan jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat lalu, bermerek “RUMAH GADANG” tapi tidak dibungkus dengan kertas kacang.

Hal itu tentunya menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan.

Menanggapi hal itu, ketua AWAK Herman Tanjung saat diminta keterangannya, kamis (28/6) mengatakan,

“Sebaiknya pihak panitia menjelaskan kepada publik, Darimana asal kain sarung yang dibagikan tersebut agar tidak ada persepsi negatif”, sarannya.

Diingatkannya, jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat tidak masuk kedalam kelompok asnaf delapan.

Hingga saat ini, media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya.

#Tim

Check Also

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan RI Ke-73 SD Kartika I-II Padang

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan Ke-73 Tahun 2018  SD Kartika I-II Padang Padang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *