Home / ---- / Menyigi Pembongkaran Material di Pelabuhan Muara Padang, Diduga Ada Oknum Pol Air Caplok Wewenang KPLP dan KP3

Menyigi Pembongkaran Material di Pelabuhan Muara Padang, Diduga Ada Oknum Pol Air Caplok Wewenang KPLP dan KP3

Padang (LN)–Puluhan ton material pasir untuk kebutuhan pembangunan di kepulauan Mentawai menumpuk di Pelabuhan rakyat Muara Padang.

Material pasir yang sebelumnya sudah naik di atas kapal KM. Bowou Farongo, disuruh bongkar kembali oleh pihak pemilik kapal, Senin (4/3}.

Sementara Sahbandar Wilker Pelabuhan Muaro Padang sudah menerbitkan Surat pemberangkatan kapal, karena semua persyaratan dinilai sudah lengkap sebagaimana semestinya.

Tapi secara tiba tiba pemilik kapal berubah ngotot untuk membongkar kembali material pasir tersebut di pelabuhan Muara Padang, lalu memberangkatkan kapal KM. Bowou Farongo tanpa muatan.

Dari informasi dilapangan, pembongkaran tersebut dilakukan atas perintah polisi air Muara Padang.

Terkait hal itu, pemasok material, Martias saat dikonfirmasi, Senin (5/3) di Muaro Padang membenarkan bahwa material pasir yang menumpuk di pelabuhan muaro Padang memang miliknya yang akan dikirim ke Mentawai untuk kebutuhan pembangunan.

Jumlah material yang ada sekarang sebanyak 90 ton atau 260 karung, sebutnya.

Martias menyampaikan keluhannya karena merasa sudah dirugikan.

Disampaikannya, seluruh aturan terkait dengan pengiriman material pasir tersebut sudah dilengkapi, tapi sepertinya ada oknum polisi air Muara Padang yang sengaja menjegal pengiriman tersebut, lalu mencari cari celah dengan mempermasalahkan surat izin usaha pertambangan (iUP).

Sebelumnya dirinya pernah mendapatkan masukan dari Reskrimsus Polda Sumbar, kalau ada surat izin usaha pertambangan (iUP) serta pengiriman barang Atas nama yang punya IUP yang ditujukan kepada pemilik/kontraktor di kepulauan mentawai maka pengiriman material tidak ada masalah, papar Martias

Anehnya, meskipun surat izin sudah ada tapi pengiriman tetap dipersulit, keluh Martias heran.

Sebagaimana diketahui, kegunaan material pasir itu untuk menunjang pembangunan infrastruktur di Mentawai, ucapnya.

Bahkan, Sikap pemilik kapal KM. Bowou Farongo yang berubah hingga ngotot untuk membongkar kembali material pasir sudah naik diatas kapal, sebagai pertanda bahwa adanya intervensi dari oknum polisi air sehingga membuatnya takut, ungkap Martias yakin.

Apabila pembongkaran material di pelabuhan itu atas dasar perintah pol air maka itu jelas sudah melangkahi wewenang yang ada karena daerah tutorial pol air berada 4 mil dari pelabuhan atau pinggir pantai.

Yang seharusnya berwenang di pelabuhan yakni KPLP dan KP3, terangnya.

Terkait permasalahan tersebut, Pelindo koordinator pelabuhan Muaro Padang, Asmadi saat ditemui,Selasa (5/3) di Pelabuhan Muara Padang merasa sanggat prihatin atas kondisi sekarang.

Kurangnya koordinasi antar instansi terkait di muaro Padang ini, keluhnya.

Seyogyanya, apabila ada permasalahan di pelabuhan muaro padang, maka pihaknya diberitahukan.

Seperti yang terjadi sekarang, pembongkaran penurunan material yang dilakukan
pihak pol. Air muara Padang tidak pernah menjelaskan kondisi itu kepada pelindo, ujar Asmadi yang akrab disapa mas Untung ini menyesalkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya untuk melakukan konfirmasi dengan Pol air Muara Padang dan pihak terkait lainnya.

Tunggu berita lanjutannya…(tim)

Check Also

Pjs. Wako Padang Bersama Kapolda Sumbar Komit Tingkatkan Sinergitas dan Netralitas Pilkada Serentak

Padang (LN)–Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengikuti Upacara Gabungan antara TNI, Polri dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *