Home / ---- / Menyigi Proyek Pembangunan Jembatan Lolong, Disinyalir Sarat KKN dan Monopoli

Menyigi Proyek Pembangunan Jembatan Lolong, Disinyalir Sarat KKN dan Monopoli

Padang (LN)—Proyek Pembangunan Jembatan Lolong, disinyalir sarat KKN dan monopoli.

Proyek yang dimulai sejak tahun 2016 lalu, masih terus berlanjut hingga tahun 2018 sekarang.

Namun terkesan proyek ini dimonopoli oleh salah satu perusahaan besar yang ada di Sumbar.

Karena, dari tahun ke tahun perusahaan yang mengerjakan hanya itu itu saja.

Kuat dugaan, adanya kongkalikong atau “main mata” antara panitia lelang dengan salah satu peserta untuk mengatur proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, PT. Rimbo Paraduan (PTRP) sudah 3 tahun secara berturut turut ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana Pembangunan Jembatan Lolong, dengan total anggaran sekitar Rp20 milyar.

Seperti terlihat, di tahun 2016, melalui APBD Sumbar mengalokasikan dana sebesar Rp7.837.218.000, penawaram Rp6.638.933.000 atau turun Rp1.198.285.000.

Pada tahun 2017, kembali dianggarkan dengan HPS sebesar Rp10.429.240.000.

Kali ini PTRP turun gila gilaan lebih dari separo HPS, dengan harga penawaran Rp5.165.895.000 atau turun Rp5.263.345.000

Dengan harga demikian, PTRP berhasil menyingkirkan peserta lainnya dan kembali tampil sebagai pemenang lelang.

Kemudian, sekarang tahun 2018, dialokasikan dana APBD Sumbar sebesar Rp9.953.562.200.

Namun PTRP menawar dengan harga Rp8.620.550.000 atau turun sebesar Rp1.333.012.200.

Dari 84 peserta yang ikut mendaftar, hanya 3 peserta yang memasukan penawarannya.

Menurut hasil lelang lpse.sumbar.go.id, PTRP berada pada nomor urut 2. Meskipun demikian, ternyata PTRP berhasil menyingkirkan PT.Prima Gatra Wijaya Perkasa (PGWP) yang berada diatasnya atau nomor urut satu dengan harga penawaran sebesar Rp8.307.681.000.

Dari penawaran itu, ada selisih harga sebesar Rp312.869.000 dari harga penawaran PTRP.

Hal itu tentunya menimbulkan pertanyaan publik.

Sehebat apakah penawaran yang dibuat PTRP, serta sebaik apakah mutu dan kwalitas pekerjaan yang dihasilkan sehingga bisa mendapatkan proyek tersebut berturut turut.

Ataukah ada hal lain dibelakang itu semua, seperti konspirasi dengan oknum pejabat untuk memonopoli proyek tersebut?

Terkait hal itu, maka media ini masih berupaya untuk mengumpulkan dan menghimpun data dari sumber terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya.

#Tim

Check Also

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan RI Ke-73 SD Kartika I-II Padang

Dandim 0312/Padang Lepas Keberangkatan Pawai HUT Kemerdekaan Ke-73 Tahun 2018  SD Kartika I-II Padang Padang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *