Home / ---- / Nama Baik Gubernur Sumbar Tercoreng Ulah “Permainan Mafia Kain Sarung”

Nama Baik Gubernur Sumbar Tercoreng Ulah “Permainan Mafia Kain Sarung”

Padang (LN)—Nama baik gubernur Sumbar tercoreng ulah permainan mafia kain sarung.

Beberapa hari lalu, Gubernur Sumbar membagikan kain sarung, yang diduga berasal dari bantuan BAZNAS kepada jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat pada saat acara buka puasa bersama (Buber) ramadhan 1439 hijriah, di aula kantor Gubernur Sumbar, Selasa (12/6).

Padahal pemprov Sumbar sudah mengalokasikan dana ratusan juta rupiah untuk pengadaan kain sarung tapi kenapa kain sarung bantuan BAZNAS yang diberikan kepada jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat.

Yang jelas jelas tidak masuk dalam asnaf delapan.

Terkuaknya hal itu, berawal dari keterangan salah seorang staf Humas Setdaprov Sumbar.

Baca berita sebelumnya.

Kemudian diperkuat dengan keterangan beberapa orang undangan yang hadir saat itu.

Ternyata daftar hadir (absensi) yang digunakan panitia sebagai tanda bukti pemberian membantu kain sarung terdapat tulisan bantuan dari BAZNAS.

Yang mana pada bagian atas absen itu bertuliskan “Tanda terima kain sarung BAZNAS”.

Sebagaimana diungkapkan, Ardi salah seorang wartawan undangan/peserta yang hadir pada acara Buber tersebut, Senin (26/6) di Padang.

“Saat mengisi absen, saya melihat pada bagian atas absensi itu bertuliskan “Tanda terima kain sarung BAZNAS”, ucapnya yakin.

Hal senada juga disampaikan salah seorang wartawan senior, Novwibawa yang akrab disapa Awik.

“Saya juga melihat hal yang sama, pada absensi yang saya tandatangani itu ada tulisan “Tanda terima kain sarung BAZNAS”, akunya.

Hal aneh lainnya, dari target undangan sebanyak 250 orang, namun ketika undangan yang hadir baru berjumlah 200 orang, panitia sudah menutup absensi dengan alasan kuota penuh.

Jon, salah seorang wartawan online di Sumbar yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan kain sarung, usai acara, Senin (13/6) di Padang mengatakan, “Tadi di absensi baru berjumlah 200 orang, tapi kenapa panitia langsung penutup absen tersebut dan mengatakan kuota sudah penuh”, ucapnya kesal.

Sementara itu, Ketua ULP Sumbar, Cerri saat dikonfirmasi terkait pengadaan kain sarung di Pemprov Sumbar, beberapa hari lalu oleh media www.laksusnews.com mengatakan.

“Lelang pengadaan kain sarung dan tikar sholat di tahun 2018 sudah selesai dilaksanakan pada Mai 2018 lalu melalui proses lelang cepat”, terangnya.

Alhasil, perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang yakni CV. PRINTAMA LASARI TEKINFO, alamat Podomoro City, Ruko Arcade Belanja Blok B 8 / DH, Jl. Sparman, petamburan Jakarta Barat – Jakarta Barat (Kota) – DKI Jakarta.

Pengadaan kain sarung sebanyak 3.885 lembar dan tikar sholat berasal dari APBD Sumbar TA.2018 melalui kegiatan Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar dengan nilai HPS Rp446.565.000,00, lalu ditawar oleh CV. PRINTAMA LASARI TEKINFO sebesar Rp383.460.000.

Kuat dugaan, terjadinya hal tersebut ulah permainan “mafia kain sarung” dengan sengaja melakukan untuk bisa meraup keuntungan.

Parahnya, permainan kotor itu berdampak buruk terhadap nama baik gubernur Sumbar serta melecehkan jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat.

Guna mengetahui kebenarannya maka media ini masih berupaya untuk mengumpulkan data dan informasi serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya.

Tunggu berita selanjutnya.

 

#Fit

Check Also

Dandim 0312/Padang Tanam pohon di Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka By pass Padang.

Padang (LN)–Kodim 0312/Padang. Menanam pohon itu mudah, yang sulit adalah bagaimana kita menjaga dan merawatnya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *